Upaya yang telah dilakukan misalnya adalah advokasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Sekretaris FPRB Lombok Utara Samsul Muhyin menerangkan, penguatan kapasitas masyarakat ini di antaranya melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana).
"Pendekatan edukatif ini juga menyasar hingga ke akar rumput," jelasnya.
Apa yang dilakukannya ini sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan FPRB.
Yakni mengawal, mendampingi, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
“Dan penguatan kapasitas desa tangguh bencana serta penanggulangan risiko bencana,” tegas Samsul lagi.
Langkah tersebut semakin diperkuat setelah terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Gerakan Literasi Bencana.
Regulasi ini menjadi dasar penyusunan bahan ajar Satuan Pendidikan Aman Bencana yang ditujukan untuk anak-anak usia sekolah.
Menurut Samsul, edukasi sejak dini menjadi kunci penting membangun kesiapsiagaan masyarakat di masa depan.
Karena itu, materi literasi bencana dikemas dengan pendekatan yang ramah anak.
“Setelah adanya perbup gerakan literasi bencana, kami menyusun bahan media edukasi untuk anak-anak, terutama anak sekolah, supaya mereka memahami dan memiliki respon cepat terhadap bencana yang dihadapi,” tutup Samsul.
Editor : Kimda Farida