Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penumpang Jalur Bangsal-Tiga Gili Akui Ombak Terasa Lebih Tinggi

Habibul Adnan • Jumat, 9 Januari 2026 | 04:00 WIB

HATI-HATI: Penumpang turun di dermaga Gili Air kemarin. Ombak diakui tinggi dalam satu pekan terakhir
HATI-HATI: Penumpang turun di dermaga Gili Air kemarin. Ombak diakui tinggi dalam satu pekan terakhir
LombokPost – Kondisi gelombang laut di jalur penyeberangan Pelabuhan Bangsal menuju tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, diakui terasa lebih tinggi dari biasanya.

Situasi ini dirasakan langsung oleh penumpang kapal, meski secara umum masih dinyatakan dalam kondisi normal.

Sejumlah warga yang rutin menyeberang mengaku kenyamanan perjalanan sedikit terganggu akibat ombak yang cukup terasa ketika kapal sudah berada di tengah laut. Terutama pada sore hari.

Hendra, salah seorang warga yang kerap menggunakan jasa penyeberangan Bangsal–tiga gili, mengatakan ombak tinggi sudah dirasakan sekitar satu minggu terakhir.

Menurutnya, getaran kapal akibat gelombang cukup kuat meski masih dapat dilalui.

“Kalau sudah di kapal, ombaknya sangat terasa. Memang masih normal, tetapi kalau sudah sore hari kami mulai takut untuk menyeberang,” ujar Hendra.

Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang memilih menunda perjalanan, terutama pada jam-jam sore.

Penumpang berharap kondisi cuaca segera kembali stabil demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan laut.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lalu Lintas Angkutan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang Ersan memastikan kondisi perairan masih dalam batas aman.

Ia menyebutkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gelombang masih tergolong rendah.

Berdasarkan update BMKG, tinggi gelombang berada di kisaran 0,5 hingga 1,2 meter.

Kemudian kecepatan angin di perairan Bangsal–tiga gili juga masih relatif normal. Angin tercatat berada pada kisaran 0,5 hingga 15 knot.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas penyeberangan masih dapat berjalan seperti biasa.

Pria asal Lombok Tengah itu mengatakan, pihak UPP Pemenang tetap mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk selalu memprioritaskan keselamatan pelayaran.

Penumpang juga diminta mematuhi arahan petugas pelabuhan serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan penyeberangan. Terutama pada sore hingga malam hari.

"Tapi sejauh ini masih normal, belum ada peringatan cuaca ekstrem," pungkas Ersan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#penyeberangan pelabuhan bangsal ke tiga gili #Gili Meno #Gili Trawangan #Gili Air #ombak tinggi di Lombok Utara