Peresmian bersamaan dengan purna pugar Vihara Sasana Giri oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
Vihara Sutta Dhamma memiliki nilai historis tersendiri bagi umat Buddha di Lombok Utara.
Di tempat inilah, sejak puluhan tahun lalu, umat melaksanakan puja bakti dan kegiatan keagamaan.
Iya, Vihara yang ada di Desa Bentek, Kecamatan Gangga itu tercatat sebagai vihara pertama di Lombok Utara.
Seiring waktu, kondisi fisik bangunan Vihara dinilai tidak lagi layak. Terlebih dengan jumlah umat serta aktivitas keagamaan yang terus meningkat.
Karena itu, ummat Budha melakukan pemugaran. Kini, bangunannya sudah kembali berdiri kokoh, menjadi simbol keteguhan iman sekaligus harmoni keberagaman.
Tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga menjadi penanda bahwa toleransi dan kebersamaan terus tumbuh subur di Lombok Utara.
Ketua Panitia Peresmian Purna Pugar Vihara Sutta Dhamma, Upasaka Pandita Dhammacando Endi Puspandi, menjelaskan pemugaran dilakukan demi memastikan vihara tetap aman, fungsional, dan relevan. Proses renovasi memakan waktu sekitar enam bulan.
“Bangunan sebelumnya sudah tidak mampu menampung umat yang terus bertambah. Pemugaran ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar vihara tetap menjadi tempat ibadah yang layak,” ujarnya.
Tokoh Buddha Lombok Utara Sudirsah Sujanto menekankan peran vihara tidak hanya sebagai tempat ibadah.
Menurutnya, Vihara Sutta Dhamma juga menjadi pusat kegiatan spiritual, penguatan persaudaraan lintas iman, serta simbol keharmonisan masyarakat Lombok Utara.
Pria yang juga Anggota DPRD Provinsi NTB ini mengatakan, Vihara ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan formal dan nonformal. Kemudian turut melestarikan budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga: Pemda KLU Akui 12 Masyarakat Hukum Adat
Ketua Umum Sangha Agung Indonesia Bhikkhu Khemacaro Mahatera mengatakan, umat Buddha di Indonesia tidak banyak.
Hanya sekitar 0,97 persen dari total penduduk Indonesia. "Saya bangga karena di sini perhatian pemerintah sangat luar biasa," ujarnya.
Khemacaro Mahatera menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas dukungan tersebut.
Ia mengajak umat Buddha menjaga dan memanfaatkan vihara untuk kepentingan spiritual, kebudayaan, hingga penguatan ekonomi umat.
"Kita semua bagian dari masyarakat NTB untuk menuju Indonesia yang adil, makmur, menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tambahnya.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya rumah ibadah di Lombok Utara yang berlangsung aman dan lancar.
Ia menyebut pertumbuhan rumah ibadah sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.
Kata dia,.daerah yang sejahtera adalah daerah yang mampu menjamin umat beragama beribadah dengan aman dan tenang.
Dan hal ini tercermin dalam kehidupan beragama di Lombok Utara.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa dalam setiap langkah kepemimpinannya, ia selalu meminta doa agar menjadi pemimpin yang amanah dan adil.
Pemimpin yang menyayangi umat beragama lain sebagaimana menyayangi umat Islam.
Editor : Jelo Sangaji