Ia bahkan menilai tidak menutup kemungkinan kurma lokal NTB ke depan dapat menjadi bagian dari konsumsi jamaah haji Indonesia.
Pujian tersebut disampaikan saat kunjungan kerjanya ke kawasan Kampung Kurma, Kecamatan Gangga, Sabtu (17/02).
"Dengan kemajuan teknologi dan inovasi pertanian saat ini, tidak ada yang mustahil," ujarnya.
Ia menilai pengembangan kurma di Lombok Utara merupakan langkah strategis yang patut didukung.
Hal ini sejalan dengan visi kemandirian pangan nasional, sekaligus pemberdayaan ekonomi daerah berbasis nilai keagamaan
Muhammad Irfan Yusuf menegaskan, bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Presiden mendorong agar kebutuhan jamaah haji, termasuk konsumsi pangan, dapat dipenuhi dari produk dalam negeri.
“Termasuk menjadikan kurma dari NTB sebagai bagian dari konsumsi jamaah haji Indonesia di masa depan,” tegasnya lagi.
Sekda KLU Sahabudin menyampaikan, bahwa keberadaan Kampung Kurma menjadi bukti nyata tanaman kurma dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Lombok Utara.
kurmaBaca Juga: Dua Inovasi NTB Gemparkan IGA 2025: Kurma Tropis & ROSI Mandalika Jadi Sorotan Nasional!
Selain bernilai religi, kurma juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa kurma bisa dikembangkan secara serius di Lombok Utara dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Sahabudin.
Ia menjelaskan, sektor perekonomian Lombok Utara hingga kini masih didominasi pertanian.
Di antara komoditas unggulannya adalah kakao, kopi, durian, vanili, dan kurma.
Di Kampung Kurma Gangga sendiri, sekitar 30 pohon kurma mampu dipanen dua kali dalam setahun.
Dari hasil panen itu telah menghasilkan dampak ekonomi luar biasa bagi masyarakat. "Dengan potensi pendapatan bersih mencapai ratusan juta rupiah," ujar Sahabudin.
Menurutnya, potensi tersebut membuka peluang besar menjadikan kurma sebagai ikon baru daerah.
Sekaligus mendukung arah pembangunan Lombok Utara yang berfokus pada kemandirian ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan perikanan.
Editor : Redaksi Lombok Post