Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda Lombok Utara Perketat Lalu-Lintas Ternak untuk Antisipasi Penyakit LSD

Habibul Adnan • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:04 WIB
Tresnahadi
Tresnahadi

LombokPost – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperketat pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah.

Ini untuk mengantisipasi masuknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

LSD merupakan penyakit kulit yang menyerang sapi dan kerbau. Penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan kualitas kulit ternak.

Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengaku, sejauh ini memang belum ada laporan kasus LSD.

Meski begitu, pihaknya akan tetap upaya pencegahan.

Dia mengaku telah menginstruksikan jajaran bidang peternakan untuk berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTB.

Koordinasi tersebut bertujuan memetakan strategi pengendalian dan pencegahan penyakit yang berpotensi masuk melalui lalu lintas ternak.

“Sampai saat ini Lombok Utara masih aman karena belum ada laporan LSD. Namun, lalu lintas ternak harus diperketat," katanya.

Terutama ternak-ternak yang datang dari luar daerah. Selain itu, DKP3 KLU juga menyiagakan tenaga medis, paramedis, serta petugas Inseminasi Buatan (IB) untuk melakukan pemeriksaan rutin di lapangan.

Pengawasan ini difokuskan pada ternak yang masuk ke pasar hewan. Pemerintah akan tetap memastikan ternak yang ada di pasar dalam kondisi sehat.

“Sehingga setiap ternak yang masuk pasar wajib diperiksa,” tegas Tresnahadi.

Selain pengawasan ketat, DKP3 KLU juga menggencarkan sosialisasi kepada peternak melalui petugas lapangan.

Peternak diimbau lebih selektif dalam menambah populasi ternak dan tidak membeli ternak dari luar daerah yang kesehatannya tidak terjamin.

Editor : Prihadi Zoldic
#antisipasi penyakit ternak #DKP3 Kabupaten Lombok Utara #Pemda Lombok Utara #Pemda KLU antisipasi LSD