LombokPost – Sejumlah desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memanfaatkan aset milik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi sebagai lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah ini diambil karena banyak desa belum memiliki aset sendiri untuk mendukung pembangunan gerai tersebut.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KLU mengakui, pemanfaatan aset daerah menjadi solusi sementara agar program KDMP tetap berjalan.
Sejumlah titik bahkan telah mulai dibangun di atas lahan milik pemda.
Kepala BKAD KLU, Malaiswadi, mengatakan banyak desa telah mengajukan permohonan penggunaan lahan.
Tidak hanya aset milik pemda, beberapa di antaranya juga memanfaatkan aset milik pemerintah provinsi. “Beberapa lokasi bahkan sudah mulai terbangun,” ujarnya.
Ia menegaskan, pada tahap awal pihaknya masih memberikan kelonggaran agar program tersebut bisa berjalan terlebih dahulu.
Mekanisme sewa maupun retribusi akan diberlakukan setelah gerai beroperasi. “Prinsipnya kita dukung dulu supaya program ini bisa jalan,” katanya.
Malaiswadi menjelaskan, proses pengajuan dimulai dari permohonan resmi desa kepada BKAD.
Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi kriteria.
“Kita cek apakah sesuai spesifikasi, seperti menghadap jalan raya dan memiliki akses yang memadai.
Tim turun langsung untuk menilai, kemudian kita balas suratnya apakah layak atau tidak,” jelasnya.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU Budiawan mengakui ada beberapa desa yang belum memiliki aset sebagai lokasi pembangunan gerai.
Dia menerangkan, dari 43 desa, baru sekitar 10 desa yang sudah memulai pembangunan KDMP.
Di antaranya Desa Sokong, Kecamatan Tanjung yang paling progresif dengan capaian mendekati 70 persen. Kemudian Desa Bentek, Kecamatan Gangga. Di mana progres pembangunan KDMP masih di kisaran 40 persen.
“Sudah ada yang jalan, tapi memang belum merata. Mayoritas masih terkendala lahan,” ujar Kepala Desa Tanjung itu.
Di sisi lain, ada desa yang sudah melangkah lebih jauh. Desa Genggelang, Kecamatan Gangga misalnya yang telah beroperasi penuh.
Bahkan desa ini sudah menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) operasional program Desa Merah Putih tahun anggaran 2025.
Editor : Akbar Sirinawa