LombokPost - Bhayangkari Daerah NTB memperkuat peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Yaitu melalui aksi penanaman terumbu karang di perairan Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.
Pagi itu, di perairan Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung bukan hanya suara ombak yang terdengar. Ada derap langkah perempuan-perempuan berseragam, membawa rangka besi dan bibit karang.
Mereka adalah ibu-ibu Bhayangkari Daerah NTB yang memilih menyelam, menanam harapan di dasar laut. Perempuan berseragam itu akan menanam terumbu karang.
Baca Juga: Unram Perkuat Riset Terumbu Karang Global, Gabung Ekspedisi Tara Coral di Coral Triangle
Mereka turun langsung melakukan transplantasi terumbu karang. Lalu menyelam bersama instruktur profesional untuk memastikan bibit tertanam dengan benar.
Kegiatan yang dipusatkan di Anema Villa & Resort. Tujuannya, untuk menjaga ekosistem laut. ”Terumbu karang adalah fondasi kehidupan laut. Jika terjaga, maka ikan melimpah, nelayan sejahtera,” tegas Ketua Bhayangkari Daerah NTB Uty Edy Murbowo.
Bagi Uty, kerusakan ekosistem laut bukan sekadar isu lingkungan. Dampaknya langsung terasa di dapur keluarga nelayan. Karena itu Bhayangkari mendorong peran perempuan lebih strategis. ”Tidak hanya menjaga rumah, tapi juga menjaga laut yang menghidupi rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Coral Restoration Day: Aksi Nyata Holiday Resort Lombok untuk Kelestarian Terumbu Karang
Gerakan ini tidak berhenti di Sigar Penjalin. Uty menegaskan, ini komitmen berkelanjutan yang akan menyasar wilayah pesisir di tempat lain. ”Gerakan serupa akan segera dilaksanakan di lokasi lain di NTB,” tambah Uty.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Kelautan KLU Tresnahadi menambahkan keberadaan terumbu karang sangat menentukan produktivitas perikanan. Jika ekosistem ini terjaga, maka dampaknya langsung dirasakan oleh nelayan dan masyarakat pesisir.
Karena itu, dia mendukung langkah tersebut. Tresnahadi berharap agar lebih banyak lagi wilayah pesisir Lombok Utara yang tersentuh penanaman terumbu karang.
Baca Juga: Proyek Revetment Gili Meno Rp 70 Miliar Diduga Rusak Terumbu Karang dan Jadi Sorotan Wisatawan Asing
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta.berharap aksi ini meluas. ”Kami ingin lebih banyak partisipan, menjangkau seluruh wilayah pesisir yang membutuhkan. Ini warisan bagi generasi Indonesia Emas. Laut yang sehat dengan ikan yang melimpah,” katanya.
Aksi ini melibatkan banyak pihak. Hadir jajaran pemerintah daerah mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kelautan, hingga Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Lombok Utara. (HABIBUL ADNAN, Lombok Utara/r8)
Editor : Redaksi