LombokPost - Penutupan tiga SPBU di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai berdampak pada masyarakat. Warga mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama di tingkat penjual eceran.
Alfin Hidayat, salah satu warga mengatakan harga bahan bakar eceran sejauh ini masih relatif normal. Untuk Pertamax misalnya, masih dijual Rp 15 ribu per liter. Namun, ia mengaku mulai kesulitan menemukan penjual BBM eceran.
”Tidak tahu kalau di daerah pelosok. Di Tanjung masih normal, hanya sekarang sudah jarang menemukan yang jual eceran. Kemarin saya ke Kayangan, saya lihat sudah jarang,” ujarnya.
Saat ini hanya tersisa dua SPBU yang masih beroperasi di KLU. Yakni SPBU di Papak, Kecamatan Gangga, dan satu SPBU di Kecamatan Pemenang. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan mulai terlihat di dua lokasi tersebut.
Baca Juga: Pemda KLU Usulkan Pertamina Kelola Tiga SPBU yang Tidak Beroperasi
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah mengatakan masyarakat diminta tidak panik menyikapi penutupan tiga SPBU tersebut. Menurut dia, kebutuhan bahan bakar masyarakat masih bisa dilayani oleh dua SPBU yang tersisa.
”Masyarakat jangan panik karena masih ada dua SPBU yang aktif beroperasi, yakni di Papak, Gangga dan di Pemenang,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui dampak penutupan mulai terasa. Dari hasil pemantauannya pada Kamis (16/4), antrean kendaraan terjadi di SPBU Papak akibat meningkatnya jumlah konsumen.
Hakamah berharap persoalan hukum yang menyebabkan tiga SPBU tersebut ditutup bisa segera selesai. DPRD KLU masih menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Baca Juga: Stok BBM Bakal Ditambah demi Cegah Kelangkaan, Imbas Penutupan Tiga SPBU Lombok Utara
Ia juga meminta pemda turun tangan melakukan lobi agar tiga SPBU tersebut dapat kembali beroperasi. Artinya, tidak perlu menunggu putusan hukum. ”Buka aja dulu meski proses hukum masih berjalan,” katanya.
Bahkan, jika pada akhirnya pemilik SPBU kalah dalam perkara dan aset harus dilelang, Hakamah meminta pemda mempertimbangkan ikut dalam proses lelang tersebut. ”Itu harapan kita, pemda ikut lelang dan membeli aset tiga SPBU tersebut,” tandasnya.
Editor : Pujo Nugroho