LombokPost - Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tahun ini akan membangun ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk pembangunan 100 unit.
Sasaran program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: Bupati Lombok Timur Serahkan 73 Bantuan RTLH dari Baznas
Di mana program ini difokuskan pada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Kabid Perkim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) KLU Eva Saadatun Adawiyah mengatakan, saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi lapangan. Ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.
Eva mengaku, ada beberapa calon penerima yang sudah meninggal dunia.
Baca Juga: 2025, Dinas Perkim NTB Rampungkan Perbaikan 172 Unit RTLH
Kemudian ada juga yang tidak memiliki lahan. ”Ini yang sedang kami sinkronkan kembali sebelum penerbitan SK,” ujarnya.
Menurut Eva, program pembangunan RTLH melalui APBD murni ini menggunakan sistem swakelola dengan nilai bantuan Rp 35 juta per unit.
Selain itu, terdapat tambahan enam unit rumah yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) DPRD KLU.
Baca Juga: Target Penuntasan RTLH di Lombok Tengah Terhambat Pemangkasan Anggaran
Selain itu, ada juga dukungan dari pemerintah pusat. Tercatat, sebanyak 335 unit rumah akan dibangun melalui jalur aspirasi yang tersebar di lima kecamatan, serta 125 unit lainnya melalui jalur reguler.
”Ini menunjukkan bahwa penanganan RTLH di KLU dilakukan secara kolaboratif, baik dari daerah maupun pusat,” jelasnya.
Program lain seperti Jumat Bedah Rumah (JUBAH ) juga tetap berjalan dan diperkuat melalui kontribusi CSR perusahaan.
Salah satunya PT Eka Jaya yang sebelumnya telah membantu pembangunan tujuh unit rumah bagi warga Desa Bentek, Kecamatan Gangga.
Sekda KLU Sahabudin dalam sebuah kesempatan menyampaikan, sejauh ini sudah ada beberapa RTLH yang dibangun pemerintah untuk masyarakat miskin. Salah satunya melalui program Jubah dengan skema CSR perusahaan.
Sekda menerangkan, dalam program JUBAH ini menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menjelaskan, keberhasilan program JUBAH tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Baik sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dunia usaha melalui program CSR, serta partisipasi masyarakat. (bib/r8)
Editor : Redaksi