LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai Rabu (20/5) menggelar job fair.
Bursa kerja ini menghadirkan 34 perusahaan dengan total membuka 670 lowongan pekerjaan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi.
Tidak hanya warga KLU, pencari kerja dari luar daerah juga ikut datang. Mereka mencoba peruntungan mencari peluang kerja di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, retail hingga peluang kerja luar negeri.
Job fair dibuka di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) KLU.
Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, ini salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di daerah.
Baca Juga: Guru di Wilayah Terpencil KLU Kehilangan Tunjangan Khusus
“Ini job fair keempat yang kami laksanakan sebagai salah satu ikhtiar mengurangi pengangguran,” ujar Kusmalahadi.
Pemda berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih dari sekali dalam setahun. Tingginya minat masyarakat dinilai menjadi alasan kuat agar anggaran kegiatan job fair ke depan bisa ditambah.
“Ini perlu lebih sering karena tugas kita menyiapkan generasi,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkab KLU juga mulai menyiapkan sistem job fair berbasis online.
Nantinya, layanan tersebut dapat diakses kapan saja oleh masyarakat melalui aplikasi khusus bernama Gili Matra.
Selain membuka akses lapangan kerja, Pemkab KLU juga melakukan intervensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Baca Juga: Tak Perlu Antre Berkas, Inovasi Job Fair Daring-Luring Mataram Permudah Pencari Kerja
Saat ini, BLK KLU menjalankan pelatihan berdasarkan pemetaan minat masyarakat. “Sekarang di BLK ada dua pelatihan, yaitu perbengkelan dan tata rias,” jelasnya.
Kusmalahadi mengaku, dalam setiap pelaksanaan job fair, cukup banyak lowongan kerja luar negeri yang dibuka.
Akan tetapi kendala yang masih dihadapi pencari kerja di KLU adalah kemampuan bahasa asing.
"Maka ke depan akan kerja sama dengan beberapa LPK (lembaga pelatihan kerja),” katanya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Naker KLU Evi Winarni mengatakan, tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya peserta yang datang sejak pagi.
“Minat masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak pencari kerja datang dari luar Lombok Utara,” ujarnya.
Baca Juga: Pesona 'Tiu Pituq' Tujuh Mata Air di Kaki Pegunungan Lombok Utara
Meski demikian, pihaknya berharap mayoritas tenaga kerja yang terserap tetap berasal dari KLU. Pemda menargetkan 90 persen pekerja yang diterima berasal dari warga lokal.
Pada job fair tahun lalu, jelasnya, ada sekitar 900 pekerja yang berhasil terserap. Dari jumlah itu, tercatat 70 persen berasal dari KLU. "Tahun ini kami berharap bisa lebih banyak lagi yang terserap dari KLU,” harapnya.
Evi menambahkan, aplikasi Gili Matra yang nantinya digunakan sebagai job fair online masih terus disempurnakan.
Sejumlah fitur tambahan akan disiapkan untuk memudahkan pencari kerja mengakses informasi lowongan. “Job fair online nanti bisa diakses kapan saja.,” tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post