LombokPost – Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Pemenang menggelar penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Selasa (19/5).
Pada kesempatan itu, mereka juga merumuskan program kerja organisasi.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis memperkuat sinergi pembangunan dan pelayanan publik antar desa di wilayah Kecamatan Pemenang.
Penyusunan AD/ART juga diharapkan memperjelas arah organisasi berbasis kawasan.
Penasehat BKAD Kecamatan Pemenang sekaligus Kepala Desa Malaka Akmaludin Ichwan menyebut, BKAD Kecamatan Pemenang menjadi wadah kolaborasi antar desa pertama dan satu-satunya di Kabupaten Lombok Utara. Bahkan menjadi pionir di NTB.
Baca Juga: Subak Jadi Andalan Petani Lombok Utara dalam Distribusi Air Irigasi Hadapi Kemarau
Dia mengaku, pembentukan BKAD dilatarbelakangi kesadaran bersama terhadap tingginya tingkat kerawanan bencana alam.
Sementara penanganan pascabencana dinilai masih berjalan sendiri-sendiri di masing-masing desa.
“Filosofinya adalah bagaimana kami bisa saling menguatkan dan memperingan beban di masing-masing desa terhadap persoalan yang terjadi, terutama bencana alam,” katanya.
Melalui BKAD, jalur komunikasi dan koordinasi antar desa lebih cepat. Dalam kondisi darurat, para kepala desa dapat langsung berkoordinasi untuk saling mengirim bantuan personel maupun logistik.
BKAD juga mengusung visi besar mewujudkan lingkungan bersih dan pariwisata tangguh.
Baca Juga: Gen Z Lombok Utara Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara
Salah satu fokus utama adalah penanganan sampah yang selama ini dinilai menjadi pemicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Pemenang.
Bentuk konkret penanganan lingkungan diantaranya dengan penanganan masalah sampah.
"Bencana banjir yang sering terjadi di sini timbul akibat persoalan sampah yang belum terurai dengan baik,” tegasnya.
Akmaludin menambahkan, melalui sinergi antar desa, penanganan sampah diharapkan tidak lagi bertumpu pada satu desa.
Akan tetapi dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Tak hanya itu, BKAD juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Lembaga tersebut akan menjadi payung hukum pembentukan BUMDesma untuk mengelola potensi ekonomi dan pariwisata secara kolektif.
Baca Juga: Pemdes Akar-Akar Lombok Utara Siapkan Skema Distribusi Air
Potensi wisata unggulan seperti kawasan Gili nantinya akan diintegrasikan dengan desa-desa lain yang ada di Kecamatan Pemenang.
Yaitu Desa Pemenang Barat, Pemenang Timur, Menggala, Gili Indah, dan Desa Malaka.
Akmaludin mengaku, truktur kepengurusan BKAD melibatkan perwakilan masyarakat.
Berdasarkan kesepakatan AD/ART, masing-masing desa mengirim maksimal lima orang perwakilan.
“Ini adalah langkah kami untuk memperkuat hubungan silaturahmi antar desa demi pembangunan kawasan yang lebih tangguh,” pungkas Akmaludin.
Editor : Redaksi Lombok Post