LombokPost – Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri mendorong para peternak di lebih mandiri dan inovatif.
Untuk itu, dia mendorong untuk memperkuat keberadaan kelompok-kelompok ternak.
Menurut Kusmalahadi, keberadaan kelompok ternak sangat penting untuk memperkuat posisi peternak.
Selama diajukan atas nama kelompok, peluang untuk mendapatkan program dan dukungan akan jauh lebih besar.
Baca Juga: Kepala BGN RI Resmikan SPPG 3T Lombok Utara
Ia juga mendorong kelompok ternak menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai jalur distribusi hasil peternakan.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi peternak sekaligus memperluas akses pasar.
Selain itu, Wabup meminta peternak mulai mengelola limbah kotoran ternak agar memiliki nilai tambah.
Baca Juga: Subak Jadi Andalan Petani Lombok Utara dalam Distribusi Air Irigasi Hadapi Kemarau
Menurutnya, limbah ternak tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, tetapi juga diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi rumah tangga.
“Kotoran ternak jangan dianggap limbah semata. Kalau dikelola dengan baik bisa menjadi biogas maupun pupuk organik yang dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah usulan dari kelompok ternak. Seperti usulan terkait pengolahan limbah ternak.
Baca Juga: Guru di Wilayah Terpencil KLU Kehilangan Tunjangan Khusus
Menurutnya, pemerintah daerah siap menindaklanjuti usulan bantuan pengolahan kotoran ternak.
Dengan catatan, kelompok telah menyiapkan lahan produksi dan tempat penyimpanan. “Kalau syaratnya terpenuhi, kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post