Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional

Habibul Adnan • Senin, 25 Mei 2026 | 12:09 WIB
DIKEBUT: Gedung sekolah rakyat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan masih dalam proses pengerjaan.
DIKEBUT: Gedung sekolah rakyat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan masih dalam proses pengerjaan.

LombokPost - Pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan ditargetkan sudah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Karena itu, pekerjaan terus dikebut.

Rencananya, sekolah rakyat ini bisa ikut peluncuran secara nasional pada tanggal 20 Juni 2026.

Dimana peluncurannya langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan sekolah rakyat lainnya di Indonesia.

Hingga saat ini, progres pembangunan fisik mencapai sekitar 30 persen. Sejumlah fasilitas yang tengah dibangun meliputi ruang belajar, asrama, tempat ibadah, kantin, hingga ruang terbuka hijau.

Kepala Bidang Dayasos Dinas Sosial PPPA KLU Sukardin mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar proses belajar mengajar bisa segera berjalan setelah peluncuran nasional.

Baca Juga: Ritual Taek Lauk di Montong Gedeng, Jejak Datu yang Dijaga Warga Kayangan Lombok Utara

"Begitu selesai peluncuran, harapannya proses pembelajaran sudah bisa berjalan,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Dinsos PPPA KLU bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mulai melakukan penjangkauan calon siswa.

Tahapan ini berlangsung sejak minggu pertama Bulan Mei hingga minggu keempat Bulan Juni 2026. “Juli sudah masuk tahap seleksi siswa,” katanya.

Sukardin menjelaskan, penyediaan tenaga pendidik sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Pemerintah daerah hanya membantu proses pendataan dan penyiapan calon siswa.

Sekolah Rakyat KLU akan menampung siswa dari berbagai daerah di NTB. Untuk tahap rintisan tahun ini, siswa yang akan dijaring berasal dari Lombok Barat, Lombok Timur hingga Sumbawa.

Baca Juga: Guru di Wilayah Terpencil KLU Kehilangan Tunjangan Khusus

“Jumlahnya sekitar 485 siswa ditambah lagi kuota untuk KLU. Kuota kita itu ada sembilan rombel,” jelas Sukardin.

Rinciannya, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Setiap rombel direncanakan diisi 30 siswa.

Koordinator PKH KLU Raden Zulkarnaen mengatakan, pihaknya kini fokus melakukan pendampingan dan penjangkauan terhadap calon siswa prioritas.

Sistem penerimaan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler. “Data calon siswa sudah ada di Pusdatin dan berasal dari kelompok desil 1 dan 2,” ujarnya.

Dari total 4.877 anak yang masuk dalam data sasaran, sekitar 259 anak putus sekolah menjadi prioritas utama program tersebut.

Saat ini tim PKH masih turun ke lapangan untuk memastikan minat anak-anak melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Wabup Lombok Utara Dorong Para Peternak Lebih Inovatif

Termasuk siswa SD yang akan masuk SMP dan siswa SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA.

Editor : Kimda Farida
#desa gumantar Lombok Utara #Desa Gumantar #Sekolah Rakyat #Pemda KLU #sekolah rakyat Lombok utara