LombokPost - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU menggelar pelatihan pembuatan terasi dari limbah tambah udang, Senin (15/6). Pelatihan diikuti ibu-ibu yang mayoritas merupakan istri nelayan.
Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengatakan, sasaran utamanya adalah kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar).
Kemudian perempuan yang terlibat dalam usaha budidaya udang vaname di wilayah pesisir.
Menurut Tresnahadi, KLU memiliki potensi bahan baku udang yang melimpah.
Potensi tersebut perlu dimanfaatkan dengan pengolahan agar menghasilkan produk dengan nilai tambah ekonomi.
Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat
“Jangan hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah terasi.
Tetapi juga menjadi langkah konkret memanfaatkan limbah perikanan yang selama ini belum bisa dioptimalkan.
Sebanyak 43 peserta dari tujuh kelompok yang mengikuti pelatihan. Mereka mendapatkan materi sekaligus praktik langsung membuat terasi berbahan baku limbah udang.
Tresnahadi menjelaskan, 16 tambak udang di Lombok Utara menghasilkan limbah yang cukup besar yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Karena itu, pengolahan limbah menjadi terasi dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Tresnahadi berharap, program itu dapat menjadi bagian dari hilirisasi sektor perikanan di Lombok Utara.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, juga mampu mendorong tumbuhnya UMKM baru bagi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat
Sementara itu, pemateri pelatihan Hj. Herniati menjelaskan, bahwa terasi udang merupakan salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang memiliki nilai budaya tinggi.
Menurutnya, terasi bukan hanya berfungsi sebagai bumbu penyedap.
Lebih dari itu, juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan kreativitas masyarakat pesisir. Kreativitas tersebut dinilai perlu terus diwariskan secara turun-temurun.
Editor : Redaksi Lombok Post