Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Pelatihan Membuat Terasi dari LimbahTambak Udang di Lombok Utara 

Habibul Adnan • Jumat, 19 Juni 2026 | 12:44 WIB
PRODUKTIF: Para peserta pelatihan pembuatan terasi udang foto bersama dengan pemateri dan pejabat dari DKP3 KLU.
PRODUKTIF: Para peserta pelatihan pembuatan terasi udang foto bersama dengan pemateri dan pejabat dari DKP3 KLU.

LombokPost - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU menggelar pelatihan pembuatan terasi dari limbah tambak udang, pada Senin (15/6) lalu. Pelatihan diikuti ibu-ibu yang mayoritas merupakan istri nelayan.

Di balik aroma limbah udang yang kerap mengganggu aktivitas warga, tersimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap.

Limbah yang sebelumnya hanya dibuang atau dikirim keluar daerah kini mulai dilirik sebagai bahan baku produk bernilai jual tinggi, yakni terasi udang.

Inilah yang tengah dilakukan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU,). Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), menggelar pelatihan pembuatan terasi udang.

Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Pelatihan diikuti puluhan perempuan pesisir yang mayoritas merupakan istri nelayan.

Sebanyak 43 peserta dari tujuh kelompok yang terdiri atas Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) serta kelompok pembudidaya udang vaname.

Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mengolah limbah udang menjadi terasi.

Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengatakan pelatihan tersebut sebenarnya telah dirancang sejak tahun sebelumnya.

Program itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberdayakan kelompok pengolah hasil perikanan.

Baca Juga: Ibu-ibu di Lombok Utara Sulap Limbah Tambak Udang Jadi Terasi

Menurutnya, Lombok Utara memiliki potensi bahan baku yang sangat melimpah.

Produksi udang yang terus berkembang seharusnya tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Gagasan pelatihan ini berawal dari laporan masyarakat terkait bau limbah udang yang mencemari lingkungan sekitar.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh DKP3 KLU dengan turun langsung ke lapangan untuk mencari akar persoalan.

Plt. Kabid Perikanan DKP3 KLU I Putu Hery Suditha  mengaku, bahwa saat peninjauan, pihaknya menemukan fakta limbah udang menjadi sumber gangguan bagi warga.

Berbagai solusi pun mulai dicari agar persoalan lingkungan tersebut tidak terus berulang.

Baca Juga: Pemda KLU Luncurkan Platform Digital Sistem Pendataan dan Pemantauan Perkembangan Ternak

Salah satu upaya awal yang dilakukan adalah memanfaatkan eco-enzyme hasil produksi penyuluh pertanian di Kecamatan Pemenang untuk mengurangi bau. Cara itu terbukti cukup efektif. 

Namun, diskusi yang berkembang kemudian membuka fakta lain yang jauh lebih menarik.

Ternyata limbah udang yang selama ini dianggap tidak berguna justru dikirim keluar daerah untuk diolah menjadi terasi. 

Ini menjadi titik balik lahirnya program pelatihan. Dengan keberadaan sedikitnya 16 tambak udang di Lombok Utara, pemerintah melihat peluang besar untuk menciptakan industri pengolahan berbasis bahan baku lokal.

Putu Hery berharap, pelatihan ini menjadi bagian dari hilirisasi sektor perikanan. Sebab, limbah yang dulunya memicu keluhan, kini perlahan berubah menjadi peluang usaha. 

Baca Juga: 3.819 ASN Lombok Utara Sudah Terima Gaji 13

"Dari aroma yang sempat dianggap masalah, lahir harapan baru bagi masyarakat pesisir untuk menambah penghasilan, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibimbing oleh pemateri Hj. Herniati. Ia menjelaskan bahwa terasi udang bukan sekadar bumbu dapur, melainkan bagian dari warisan kuliner Nusantara yang telah diwariskan masyarakat pesisir secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Karena itu, peserta tidak hanya diajarkan cara membuat terasi. Tetapi juga memahami pentingnya proses produksi yang higienis, berkualitas, dan memiliki daya saing pasar.

"Keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga yang berkelanjutan," ujar Heniati.

Editor : Kimda Farida
#pelatihan buat terasi udang #limbah udang #nelayan Lombok Utara #DKP3 KLU #DKP3 Kabupaten Lombok Utara