LombokPost - Semarak peringatan Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin terasa dengan digelarnya Parade Desa dan Parade Kebudayaan yang diikuti seluruh desa se-Kabupaten Lombok Utara, Senin (21/7).
Ribuan peserta tampil mengenakan busana adat khas daerah masing-masing sambil membawa berbagai produk unggulan desa.
Setiap peserta juga membawa dulang atau sesaji yang berisi hasil bumi, kerajinan, serta produk lokal sebagai simbol rasa syukur dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Parade semakin meriah dengan iringan musik tradisional seperti gendang beleq dan gamelan yang mengiringi rombongan peserta sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Kirab Obor Porprov XII NTB 2026 tiba di Lombok Utara
Atraksi seni dan budaya yang ditampilkan berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, secara langsung melepas peserta parade dari Eks Terminal Tanjung. Rute parade dimulai dari terminal tersebut dan berakhir di halaman Kantor Bupati Lombok Utara.
Bupati Najmul Akhyar mengatakan, kegiatan parade desa dan kebudayaan ini menjadi momentum memperkuat semangat persatuan serta memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi desa di Lombok Utara.
“Parade ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT daerah, tetapi juga sebagai ajang untuk menampilkan identitas dan potensi desa yang dimiliki masyarakat Lombok Utara,” ujarnya.
Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Seleksi Dua Kepala OPD, Segera Bentuk Pansel
Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki setiap desa merupakan kekayaan yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Selain itu, produk-produk unggulan yang ditampilkan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai kecamatan memadati jalur parade untuk menyaksikan penampilan seni budaya dan kreativitas dari masing-masing desa.
Editor : Kimda Farida