Kabupaten Lombok Utara Terus Menunjukkan Perkembangan Positif di Berbagai Sektor

Habibul Adnan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:25 WIB
JALAN MULUS: Angka kemantapan jalan di KLU terus bertambah. Hingga pertengahan 2026, panjang jalan mantap mencapai 287,93 kilometer.
JALAN MULUS: Angka kemantapan jalan di KLU terus bertambah. Hingga pertengahan 2026, panjang jalan mantap mencapai 287,93 kilometer.

LombokPost – Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18.

Di usia yang semakin matang, daerah ini terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor. 

Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, perkembangan positif ini ditunjukkan dengan membaiknya trend pembangunan di berbagai indikator.

Mulai dari peningkatan pendapatan daerah, penurunan angka kemiskinan dan stunting, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), capaiannya selalu melebihi target. Najmul menyebut, pada tahun 2025, target PAD sebesar Rp 307,23 miliar, berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai Rp 350,72 miliar atau sebesar 114,15 persen. 

Untuk tahun 2026, target PAD dipatok di angka Rp 370 miliar. Najmul yakin, angka tersebut akan mampu tercapai.

Baca Juga: Pemda KLU Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK

Bahkan tidak menutup kemungkinan masih berpotensi ditingkatkan hingga mencapai Rp 500 miliar. 

Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di KLU juga menunjukkan penurunan signifikan.

Jika pada awal pemekaran tahun 2010 angka kemiskinan mencapai 43,12 persen, maka pada 2026 berhasil ditekan menjadi 20,72 persen. 

Penurunan sebesar 22,4 persen tersebut, terang bupati, menjadikan KLU sebagai kabupaten paling progresif di NTB dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Pemerintah daerah pun menargetkan angka kemiskinan dapat turun hingga satu digit dalam lima tahun mendatang. 

Baca Juga: Kopi Robusta Rinjani Lombok Utara Selangkah Lagi Dapat Perlindungan Indikasi Geografis

Kemajuan serupa juga terjadi pada penanganan stunting. Dalam kurun lima tahun terakhir, prevalensi stunting turun dari 33,8 persen pada 2020 menjadi 13,7 persen pada 2026. 

Angka tersebut bahkan sudah berada di bawah target nasional sebesar 14 persen. "Pemda optimistis tren penurunan akan terus berlanjut seiring pembentukan Posyandu Stunting di seluruh desa," imbuhnya.

Najmul juga menyinggung Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang juga mengalami peningkatan. Pada 2025, IPM naik dari 68,64 menjadi 69,63 atau tumbuh sebesar 1,44 persen.

Pertumbuhan tersebut menempatkan KLU berada di posisi tertinggi dalam peningkatan IPM dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB.

"Itu mencerminkan membaiknya angka harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup masyarakat," tambah bupati dua periode itu

Di bidang infrastruktur, kondisi jalan mantap di KLU terus bertambah. Hingga pertengahan 2026, panjang jalan mantap telah mencapai 287,93 kilometer atau 63,78 persen dari total ruas jalan kabupaten sepanjang 451,46 kilometer. 

Baca Juga: Satgas DBHCHT KLU Sita Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Gili Air

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah berhasil menuntaskan peningkatan jalan sepanjang 18,68 kilometer.

Adapun dari total 93 jembatan di KLU, sebanyak 61 unit kini telah berada dalam kondisi mantap. 

Atas berbagai capaian tersebut, KLU juga berhasil meraih sejumlah prestasi. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 12 kali berturut-turut, serta penghargaan Baznas Award untuk digitalisasi pengelolaan zakat, sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan RI.

Kemudian penghargaan kepala daerah pendorong layanan kesejahteraan sosial, serta piagam Desa Wisata Berkelanjutan.

Berbagai indikator tersebut menjadi gambaran bahwa di usia ke-18, KLU terus berupaya memperkuat fondasi pembangunan agar mampu sejajar dengan daerah lain di Provinsi NTB

Editor : Redaksi Lombok Post
HUT KLU ke 18 pengerukan tanah di KLU infrastruktur KLU HUT ke 18 Bupati Najmul Akhyar