LombokPost — Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai membangun gedung baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proyek dengan nilai Rp 4,67 miliar itu kini memasuki tahap konstruksi.
Kantor OPD ini berada di depan Polsek Gangga dan berdampingan dengan Koramil Gangga.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) KLU Rangga Wijaya mengatakan, proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari atau sekitar lima bulan.
Durasi pengerjaan itu lebih singkat dibandingkan pembangunan Gedung Kantor Inspektorat KLU yang memiliki masa pelaksanaan sekitar enam bulan.
Salah satu penyebabnya karena proses lelang proyek BPBD baru selesai sehingga waktu pelaksanaan menjadi lebih terbatas.
Meski waktu pengerjaan relatif singkat, Rangga optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target dalam kontrak.
Baca Juga: Dewan Ingatkan Pemkab KLU Tuntaskan PR Infrastruktur dan Layanan Dasar
Berdasarkan hasil monitoring, dia mengaku pekerjaan di lapangan berjalan setiap hari.
Ketersediaan material juga masih dinilai mencukupi. Dia juga memastikan koordinasi antara kontraktor dengan direksi pekerjaan berjalan dengan baik.
"Belum ditemukan kendala berarti," kata Rangga.
Rangga menegaskan, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi perhatian utama selama proses konstruksi.
Baca Juga: Atlet Padel KLU Berrap Fasilitas Lapangan Memadai
Kontraktor diminta memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja.
Dari sisi desain, gedung baru BPBD KLU mengusung konsep perkantoran pemerintahan.
Perbedaan mencolok dibandingkan gedung pemerintahan lainnya berada pada desain fasad dan penggunaan warna.
Rangga menyebut, gedung BPBD lebih menonjolkan identitas lembaga melalui penggunaan warna khas BPBD.
Baca Juga: Kelompok Nelayan KLU Semakin Produktif dan Aktif
Yaitu dengan mengadopsi warna khas BPBD yang didominasi oranye.
Sementara itu, pembangunan Gedung Kantor Inspektorat KLU juga terus digenjot. Hingga awal Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 25 persen.
Progres tersebut sesuai dengan target awal. Di mana pada akhir November sudah bisa Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima. "Pekerjaan terus dilanjutkan tanpa hambatan berarti," tandas Rangga.
Editor : Kimda Farida