LombokPost--Berbeda dari pelayanan kesehatan masyarakat pada umumnya, Tim KKN FBD 60 Indonesia Timur "Jingga Berdampak" dari Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan terobosan kreatif di Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
Lewat kolaborasi unik, mereka memadukan pelayanan Posyandu dengan lapak baca interaktif bertajuk Posyandu Literasi, sekaligus menggalakkan tradisi senam kebugaran rutin bagi warga lokal.
Inovasi Posyandu Literasi ini lahir dari sinergi antara mahasiswa FISIP UB dengan tokoh literasi lokal, Ust. Asuddin, yang mengelola perpustakaan keliling Berugaq Literasi.
Melalui gerakan "Bayan Bercahaya", ruang tunggu Posyandu yang biasanya diwarnai rasa jenuh kini berubah menjadi arena belajar yang hangat dan edukatif.
Para ibu yang sedang mengantre pemeriksaan kesehatan anak bisa memanfaatkan waktu senggang untuk membaca beragam koleksi buku, mulai dari panduan pola asuh, gizi keluarga, hingga bacaan umum.
Tak kalah antusias, anak-anak yang hadir turut disuguhkan buku cerita bergambar interaktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa.
Baca Juga: Menyoal Gagalnya Gubernur Iqbal Menjadi Calon Ketua KONI NTB
Selain mengasah minat baca, mahasiswa KKN FISIP UB juga mengajak warga Dusun Nangka Rempek menjaga kebugaran fisik melalui agenda senam bersama yang digelar dua minggu sekali.
Diiringi musik energik dan gerakan yang ramah untuk semua usia, kegiatan ini sukses memupuk kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Melalui perpaduan layanan kesehatan, literasi, dan aktivitas fisik ini, kehadiran KKN FISIP UB memberikan warna baru bagi pembangunan sumber daya manusia di bumi Nusa Tenggara Barat secara menyenangkan dan berkelanjutan.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers