LombokPost – Sekolah Rakyat Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memasuki tahap persiapan penerimaan siswa baru.
Pada tanggal 31 Agustus 2026 nanti dijadwalkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Rencananya, para siswa mulai dikerahkan pada 30 Agustus. Setibanya di lokasi, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis dan proses registrasi.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Fathurrahman mengatakan, saat ini tengah dipersiapkan sejumlah sarana dan prasarana. Terutama untuk asrama yang menjadi fasilitas utama bagi siswa.
Baca Juga: DPRD KLU Dorong Pembangunan Dermaga Lekok dan Koperasi Nelayan Merah Putih
Dia menjelaskan, secara keseluruhan progres pembangunan Sekolah Rakyat tersebut telah mencapai lebih dari 85 persen.
Sejumlah fasilitas bahkan telah rampung, seperti gedung sekolah untuk jenjang SD yang sudah 100 persen.
Sementara itu, pembangunan asrama masih dalam tahap finishing. Begitu pula sejumlah fasilitas pendukung seperti air bersih dan listrik yang kini tengah dipersiapkan.
“Memang secara kontrak sampai Oktober, tetapi akan dipercepat terutama untuk asrama dulu. Asrama, ruang belajar, aula atau ruang serbaguna, serta masjid atau tempat ibadah,” jelasnya.
Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Seleksi Dua Kepala OPD, Segera Bentuk Pansel
Jumlah siswa Sekolah Rakyat KLU sebanyak 595. Dari jumlah tersebut, 270 siswa berasal dari Lombok Utara, sementara sisanya berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa.
Fathurrahman menyampaikan, kesiapan sumber daya manusia juga sudah dilakukan. Pemda melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) telah menyiapkan 23 guru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain guru, tenaga wali asuh dan wali asrama juga disiapkan. Pemerintah daerah juga menyiapkan tenaga perbantuan untuk kebutuhan operasional sekolah, mulai dari petugas keamanan, juru masak hingga cleaning service.
“Guru yang kita siapkan sementara 23 orang. Wali asuh dan wali asrama juga kita siapkan. Untuk outsourcing ada 28 orang,” terangnya.
Baca Juga: Pemda Lombok Utara Buat Terobosan Pengelolaan Keuangan Daerah
Sebanyak 28 tenaga outsourcing tersebut terdiri dari 15 petugas kebersihan, delapan petugas keamanan, serta lima juru masak.
Seluruh tenaga perbantuan tersebut sifatnya sementara. Sebab, nanti ada tenaga khusus yang ditempatkan di Sekolah Rakyat, hasil rekrutmen Kementerian Sosial.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Murniati, mengaku telah mengikuti sosialisasi mengenai program Sekolah Rakyat.
Dia mengaku, anaknya akan masuk jenjang SMP. "Kita sudah diundang semua kesana," katanya.
Murniati mengatakan, dalam sosialisasi tersebut, orang tua siswa diajak melihat langsung kondisi bangunan Sekolah Rakyat.
Dalam sosialisasi disampaikan bahwa fasilitas yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan adalah asrama, tempat olahraga, dan tempat ibadah.
Editor : Kimda Farida