Prediksi Kemarau Panjang, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

Habibul Adnan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:37 WIB
BMKG Prediksi Kemarau Panjang, Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis.
BMKG Prediksi Kemarau Panjang, Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis.

LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi kemarau panjang di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dari rilis terbaru pada Senin (24/7), BMKG mengkonfirmasi, saat ini terjadi El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Hal ini berdasarkan hasil Analisis Dinamika Atmosfer terbaru, untuk periode Dasarian II Agustus 2026.

Prediksi terjadi El Nino dengan intensitas sangat kuatl itu ditunjukkan dengan nilai anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature Anomaly/ SSTA) di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2,99 (Juli: +2,20).

Di saat bersamaan, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan fenomena suhu muka air laut di Samudra Hindia, sebesar +0,394 (Juli: +0,242), secara dasarian (indeks bulanan).

BMKG memprediksi, El Nino akan bertahan hingga awal tahun 2027, dan IOD di fase Positif akan berlangsung setidaknya hingga Oktober 2026.

Kombinasi El Nino dan IOD Positif akan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dengan curah hujan yang rendah hingga sangat rendah.

Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,7 Resmi Berakhir, BMKG Catat Tsunami Tertinggi 0,94 Meter di Mauro

Kondisi ini akan memicu kekeringan dan mengganggu ketersediaan sumber air bersih, mengganggu pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Berikut peringatan yang dirilis, berlaku untuk Dasarian III Agustus 2026:

Waspada
Beberapa wilayah di Pulau Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Pulau Sulawesi dan Maluku, serta Papua bagian selatan

Siaga
Beberapa wilayah di Pulau Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa bagian barat dan tengah, sebagian besar Pulau Kalimantan, sebagian Pulau Sulawesi bagian utara dan selatan, sebagian besar kepulauan Maluku, serta bagian selatan Pulau Papua.

Awas
Sebagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, serta sebagian kecil Kalimantan Selatan dan Maluku.

BMKG mencatat, hingga Dasarian II Agustus 2026, tercatat sudah 79,9 persem atau 559 Zona Musim (ZOM) di Indonesia yang mengalami musim kemarau.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Akses BBM Nelayan Lombok Utara Tetap Terjaga

Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau adalah sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian besar Riau, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat. sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Untuk prediksi curah hujan, BMKG mencatat hasil analisis hujan yang terjadi di Indonesia, 90,29 persen masuk kategori curah hujan rendah, dengan sifat di bawah normal mencapai 88,91 persen.

Pada Dasarian III Agustus 2026, BMKG memperingatkan, curah hujan di sebagian pulau Sumatra, pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, pulau Papua masuk kategori rendah, kurang dari 50 mm/dasarian.

Baca Juga: DPRD KLU Dorong Pembangunan Dermaga Lekok dan Koperasi Nelayan Merah Putih

Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang
Di saat bersamaan, BMKG mengungkapkan, per Dasarian II Agustus 2026, ada wilayah di Indonesia yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem panjang, lebih dari 61 hari berturut-turut.

"Wilayah Indonesia saat ini mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat pendek hingga Ekstrem panjang. HTH terpanjang selama 110 hari, terjadi di pos hujan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta," tulis BMKG dalam rilisnya.

HTH Panjang terjadi di 782 Titik, HTH Sangat Panjang di 1.112 Titik, dan HTH Ekstrem Panjang di 792 titik.

Editor : Prihadi Zoldic
prediksi bmkg kesulitan dapat air Kekeringan el nino kemarau panjang