Yayasan Cili Community House KLU Ikut Merasakan Duka Kebakaran Kampung Sade

Habibul Adnan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:20 WIB
BEREMPATI: Yayasan Cili Community House melaksanakan trauma healing kepada anak-anak Kampung Sade.
BEREMPATI: Yayasan Cili Community House melaksanakan trauma healing kepada anak-anak Kampung Sade.

LombokPost - Api yang melalap permukiman warga di Kampung Sade, Lombok Tengah, turut dirasakan hingga Lombok Utara. Ada ikatan yang telah terbangun cukup lama dengan anak-anak di Kampung Sade.

Di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Yayasan Cili Community House ikut merasakan duka yang dialami warga Sade.

Bagi yayasan tersebut, kebakaran itu bukan sekadar bencana yang terjadi di daerah lain. 

Iya, Cili Community House memiliki sanggar belajar di Kampung Sade. Setiap Rabu dan Kamis, tim yayasan yang ada di Desa Medana KLU ini datang mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan pendidikan dan aktivitas bersama.

Karena itu, ketika kebakaran besar melanda Sade dan ikut menghanguskan sanggar belajar tersebut, kehilangan itu terasa lebih dekat.

“Sade sangat dekat di hati kami," ujar Pendiri Yayasan Cili Community House Noor Ain Husein.

Baca Juga: Penerimaan ZIS BAZNAS KLU hingga Agsustus Capai Rp 3,2 Miliar

Kata dia, anak-anak di Desa Sade juga adalah anak didiknya juga. "Ketika Sade terbakar, tempat kami mengajar mereka juga ikut terbakar. Kami melihat langsung apa yang mereka kehilangan,” tambahnya.

Karena itu, yayasan ini juga turun membantu warga terdampak. Selain menyalurkan materi, mereka juga lebih banyak memberi perhatian kepada anak-anak.

Selain kehilangan perlengkapan sekolah. anak-anak juga menghadapi situasi psikologis yang tidak mudah.

Karena itu, Cili Community House memandang pemulihan tidak cukup dilakukan dengan membagikan makanan, pakaian atau sembako.

Baca Juga: Polres KLU Amankan 14 Tersangka Narkotika, Dua Diantaranya Pelajar

Mereka membutuhkan ruang untuk kembali bermain, tertawa dan berinteraksi. Karena itu, tim Cili Community House menggelar trauma healing.

Kegiatannya sederhana. Anak-anak diajak bermain, menggambar, mewarnai dan mengikuti aktivitas kelompok.

“Kami melihat anak-anak masih berada di tengah situasi yang sangat berat. Karena itu, selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, kami juga harus hadir bersama mereka. Kami ingin mereka bermain, tertawa, melakukan aktivitas bersama, dan perlahan kembali merasakan kehidupan sebagai anak-anak,” tutur Noor Ain.

Baca Juga: Kakao Ijo Kajuman dari KLU Menuju Pentas Nasional

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari proses pemulihan. Trauma healing bukan sekadar mengisi waktu, melainkan upaya menciptakan kembali ruang aman bagi anak-anak setelah menghadapi pengalaman yang berat.

“Sekarang saatnya membantu anak-anak kembali kepada rutinitas mereka. Mereka harus kembali sekolah, kembali bertemu teman-temannya, kembali belajar dan perlahan melanjutkan kehidupan mereka,” tutupnya.

Editor : Kimda Farida
Wisata Desa Sade yayasan cili community house trauma healing korban kebakaran kebakaran kampung sade