LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menyiapkan langkah taktis untuk memastikan pasokan air tetap terpenuhi di Gili Meno dan Gili Trawangan.
Yakni dengan menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Selain itu, selama tiga bulan ke depan, Pemda juga akan memperpanjang masa diskresi pengelolaan air bersih di kedua kawasan wisata tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah Zero Service atau kekosongan pelayanan.
Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, persoalan pasokan air di Gili membutuhkan penanganan cepat.
Pemerintah daerah tidak ingin persoalan teknis maupun perizinan berujung pada terhentinya pelayanan air, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata. “Pertama, kita menggunakan BTT," katanya.
Najmul mengaku, hal ini sudah dirapatkan bersama jajaran Forkopimda. Semua pihak sepakat untuk menggunakan BTT.
"Karena memenuhi kriteria kondisi mendesak dan darurat bencana,” ujar Najmul kepada sejumlah media.
Selain dukungan anggaran, Pemda KLU juga memperpanjang diskresi pengelolaan air bersih selama tiga bulan.
Baca Juga: Pemda KLU Seriusi Pengelolaan Pajak Daerah Berbasis Digital
Kebijakan ini menjadi jembatan sementara sembari pemerintah daerah menyelesaikan persoalan perizinan dengan pemerintah pusat.
Najmul menjelaskan, pengelolaan air di kawasan Gili memiliki kompleksitas tersendiri.
Tiga Gili berada dalam kawasan konservasi nasional sehingga mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air harus menyesuaikan ketentuan pemerintah pusat.
“Sambil berjalan tiga bulan ini, kita terus menyelesaikan persoalan perizinan di pusat,” katanya.
Saat ini Pemda KLU tengah menunggu izin penyediaan air di kawasan Gili Meno dengan sistem Beach Well.
Dalam menyiapkan skema pengelolaan jangka panjang ini, beberapa opsi juga masih dikaji. Mulai dari pola Business to Business (BtoB), swakelola, maupun skema lain sesuai arahan pemerintah pusat.
Baca Juga: Pemda KLU Naikkan PAD di Tahun 2027, Jalan Jadi Prioritas
Bupati menekankan, persoalan air bersih di Gili bukan semata persoalan pelayanan dasar.
Akan tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan industri pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi KLU.
Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan langkah penyelamatan sembari menunggu solusi permanen.
Salah satunya dengan memastikan suplai air tetap dikirim ke kawasan Gili ketika pasokan utama belum mencukupi.
Baca Juga: KKN FISIP UB Audiensi dengan Wabup Lombok Utara, Siapkan Program Pengabdian di Desa Bayan
Najmul meminta masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata tidak panik menghadapi kondisi tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya agar kebutuhan air tetap terpenuhi.
“Pesan kita kepada masyarakat yang ada di Gili, pertama tentu mohon bersabar dengan kondisi ini.
Tetapi yang kedua kami melakukan langkah penyelamatan dengan cara menyuplai air ke sana agar kebutuhan masyarakat dan pariwisata,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida