Salah satu alat canggih milik RSUD Kota Mataram adalah Emsella. Sebuahalat berteknologi tinggi yang menghasilkan getaran dengan manfaat dahsyat.
-----
RASANYA mirip-mirip alat akupuntur elekronik. Berdenyut-denyut dan otot seperti ditarik-tarik.
Tapi getaranya lembut. Bahkan lebih lembut dibanding duduk di atas motor yang masih baru.
“Denyutnya lembut,” kata Fisioterapi RSUD Kota Mataram Irena Kharista.
Menggunakan alatnya juga simpel. Seseorang yang menjalani terapi hanya perlu duduk di alat yang menyerupai kursi itu.
Tidak perlu buka baju. Apalagi buka celana.
Permukaan tempat duduk yang cembung memudahkan seluruh bagian bawah panggul berkontraksi langsung dengan alat. “Cukup difokuskan ke bagian yang ingin diterapi, nanti getaran alat ini yang akan menterapinya,” ucapnya.
Saat Lombok Post diberi kesempatan mencoba alat itu, setidaknya ada dua model “denyut” getaran yang dirasakan. Pertama, getaran yang ritmik dengan panjang getaran sama. Kedua, getaran dengan panjang berbeda.
Sensasi yang muncul dengan getaran itu lembut tapi sedikit bikin geli. Seorang pengunjung lain yang mencoba alat itu, ada yang tak bisa menahan tawa.
“Geli, sampai ke pinggang,” ucap pengunjung bernama Fatma sambil tertawa.
Getaran lembut dan rasa geli, bisa dirasakan berbeda oleh setiap orang. Intensitas getaran di angka tertentu ada yang dengan mudah merasakannya, ada pula yang merasakan terlalu rendah.
“Jadi nanti disesuaikan getarannya,” timpal Irena.
Waktu terapi ideal adalah 28 menit. Selama itu, pengguna dapat melakukan aktivitas lain yang membuatnya rileks dan santai sambil duduk di atas alat itu.
“Saat alat ini diaktifkan ia akan menghasilkan High Intensity Focused Elektromagnetik atau HIFEM,” ucapnya.
Produk alatnya bernama Emsella. Alat ini merupakan teknologi terkini yang sudah ada di RSUD Kota Mataram. “Sekitar satu tahun yang lalu, alat ini sudah ada di RSUD. Dan, banyak sekali orang yang merasakan manfaatnya,” terangnya.
Alat ini lanjut Irena dapat merangsang otot-otot dasar panggul untuk berkontraksi dan menguatkannya. “Alat ini dapat mengatasi inkontinensia dan meningkatkan kesehatan seksual,” ucapnya.
Biaya terapi Rp 300 ribu. Alat ini tersedia di unit rehabilitasi medik. Peminatnya dapat mengakses melalui rekomendasi dokter poli fisioterapi.
“Getaran ke seluruh area dasar panggul selama 28 menit setara dengan 11.000 kali latihan kegel,” ucapnya. (*)
Editor : Kimda Farida