LombokPost – Generasi Z di Amerika Serikat mulai tinggalkan TikTok. Ancaman larangan aplikasi asal Tiongkok itu mendorong mereka mencari platform baru.
Xiaohongshu, aplikasi media sosial berbasis visual yang juga berasal dari Tiongkok, kini muncul sebagai alternatif utama dan mendadak viral di kalangan Gen Z AS.
TikTok dilarang di AS menjadi isu hangat dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah AS terus menekan ByteDance, induk perusahaan TikTok, untuk melepas kendali operasional di wilayah Amerika.
Kekhawatiran terhadap pengumpulan data sensitif dan potensi manipulasi konten menjadi sorotan utama.
Meski larangan TikTok di AS kembali ditunda selama 90 hari oleh Gedung Putih, gelombang eksodus pengguna muda telah dimulai.
Gen Z tinggalkan TikTok dan beralih ke Xiaohongshu secara masif.
Dalam dua hari terakhir, Xiaohongshu mencatat lebih dari 700 ribu pengguna baru, sebagian besar berasal dari kalangan kreator TikTok yang khawatir akan kehilangan panggung digitalnya.
Xiaohongshu, yang dikenal juga dengan nama RedNote, menawarkan pengalaman yang menggabungkan visual ala Instagram dan pencarian gaya hidup seperti Pinterest.
Ini menjadikannya tempat ideal bagi Gen Z yang menginginkan platform baru tanpa kehilangan eksistensi digital.
Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga membuat Mark Zuckerberg dan Elon Musk waspada.
Keduanya melihat Xiaohongshu sebagai ancaman baru yang bisa menggoyang dominasi platform milik mereka seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter).
Apalagi, platform ini kembali datang dari Tiongkok, sama seperti TikTok.D i tengah ketidakpastian status TikTok di AS, Gen Z menunjukkan pergerakan cepat.
TikTok dilarang atau tidak, mereka tak menunggu keputusan politik. Mereka memilih berpindah lebih awal demi menjaga eksistensi dan pendapatan digital.
Langkah ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesadaran tinggi atas kekuatan mereka di dunia maya.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Xiaohongshu juga akan masuk radar regulator AS.
TikTok vs Xiaohongshu pun bisa jadi pertarungan baru dalam isu keamanan digital dan dominasi platform asing di Negeri Paman Sam.
Gen Z tinggalkan TikTok bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga tentang memilih platform yang paling aman, fleksibel, dan menguntungkan secara digital.
Seputar Aplikasi TikTok
-Didirikan oleh Zhang Yiming melalui perusahaan ByteDance pada 2012
-Fitur utama:
Duet: Membuat video berdampingan dengan video lain
Stitch: Menyambungkan video pengguna dengan video lain
Live Streaming: Bagi pengguna berusia 18+ dengan minimal 1.000 pengikut
TikTok Shop: Belanja langsung di aplikasi
Family Safety Mode: Dalam kontrol orang tua
-Jumlah pengguna: 1,59 miliar pengguna aktif bulanan secara global (per Februari 2025)
-Demografi pengguna:
38,5 persen berusia 18–24 tahun
28 persen berusia 25–34 tahun
19 persenberusia lebih dari 35 tahun
Editor : Rury Anjas Andita