Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Janji Made in America Ternyata Bohong! Trump Mobile Jual iPhone Bekas Harga Selangit

Alfian Yusni • Rabu, 22 Oktober 2025 | 05:57 WIB

produk yang dijual Trump Mobile bukan ponsel buatan AS, melainkan refurbished dari vendor pihak ketiga, kebanyakan iPhone dan Samsung bekas. (istimewa)
produk yang dijual Trump Mobile bukan ponsel buatan AS, melainkan refurbished dari vendor pihak ketiga, kebanyakan iPhone dan Samsung bekas. (istimewa)
 

LombokPost - Trump Mobile kembali jadi sorotan dunia. Perusahaan layanan seluler virtual yang dikaitkan dengan Presiden AS, Donald Trump, ini ketahuan menjual iPhone 14 bekas dengan harga jauh di atas pasaran, meski sebelumnya menjanjikan smartphone “Made in America.”

Di situs resminya, Trump Mobile memasarkan “iPhone 14 Renewed” seharga 489 dolar AS, atau sekitar 45 persen lebih mahal dari harga refurbished serupa di Amazon yang hanya 335 dolar AS.

Ironisnya, situs tersebut juga memajang slogan besar: “Premium Performance Without the Premium Price”, yang justru bertolak belakang dengan kenyataan.

Janji "Made in America" Hanya Isapan Jempol

Saat diluncurkan awal 2025, Trump Mobile menggembar-gemborkan visi besar “wireless independence” dan ponsel buatan Amerika bernama T1 Phone.

Namun, laporan dari Macworld dan AppleInsider mengungkap kenyataan pahit: T1 Phone tidak pernah ada secara fisik.

Mockup yang diunggah di situs ternyata hasil edit dari gambar Samsung Galaxy S25 Ultra dan iPhone 16 Pro Max dengan logo Trump ditempelkan. Artinya, ponsel “Made in America” itu hanyalah gimmick pemasaran.

Lebih jauh lagi, produk yang dijual Trump Mobile bukan ponsel buatan AS, melainkan refurbished dari vendor pihak ketiga, kebanyakan iPhone dan Samsung bekas.

Media seperti Financial Express dan AP News bahkan mencatat, klaim “Made in USA” kini diam-diam diganti menjadi “Proudly American Design” untuk menghindari aturan ketat label produk di Amerika.

Harga Melambung, Kualitas Tak Sebanding

Selain iPhone, Trump Mobile juga menjual Samsung Galaxy S23 refurbished seharga 369 dolar AS dan Galaxy S24 di angka 459 dolar AS.

 

Harga itu kembali lebih mahal dari rata-rata harga refurbished di pasar, yang hanya 280–330 dolar AS.

Laporan AppleInsider menilai Trump Mobile memanfaatkan loyalitas politik dan ketidaktahuan konsumen untuk membebankan harga premium.

Bahkan disebutkan, iPhone 16 bekas, dua generasi lebih baru dari iPhone 14, bisa dibeli dengan harga yang sama di retailer besar.

Trump Mobile juga sempat membuka pre-order T1 Phone seharga 499 dolar AS, padahal desain dan spesifikasinya sangat mirip dengan T-Mobile REVVL 7 Pro 5G buatan Tiongkok yang di Amazon dijual hanya 180 dolar AS.

Branding Politik, Bukan Teknologi

Meski Trump Mobile secara resmi dijalankan oleh MVNO T1 Mobile LLC, peluncurannya melibatkan Donald Trump Jr., lengkap dengan narasi “bangkitnya industri ponsel Amerika.”

Namun, berbagai media menilai strategi ini lebih menonjolkan branding politik ketimbang nilai produk.

“Trump Mobile menjual simbol, bukan inovasi,” tulis The Verge dalam analisisnya. “Ini lebih tentang menjual rasa bangga nasional, bukan perangkat teknologi.”

Banyak pengamat menilai pendekatan ini justru bisa merusak kepercayaan publik, terutama di pasar ponsel yang sangat sensitif terhadap harga dan transparansi produk. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#iPhone bekas #T1 #iPhone 14 bekas #Trump Mobile #Made in America #Donald Trump