Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Baru 18 Tahun, Zach Yadegari Raup Rp 480 Miliar dari Aplikasi Cal AI, Kini Kuliah di University of Miami

Alfian Yusni • Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:07 WIB
Kisah Zach Yadegari dan Cal AI menandai gelombang baru generasi muda yang memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang bisnis nyata.  (istimewa)
Kisah Zach Yadegari dan Cal AI menandai gelombang baru generasi muda yang memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang bisnis nyata.  (istimewa)

LombokPost - Zach Yadegari baru berusia 18 tahun, tapi penghasilannya bikin melongo.

Remaja asal Amerika Serikat ini berhasil meraup lebih dari Rp 480 miliar per tahun dari aplikasi buatannya, Cal AI,  aplikasi canggih berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mampu menghitung kalori makanan hanya dari foto.

Kini, Zach Yadegari resmi menjadi mahasiswa baru jurusan bisnis di University of Miami, Florida.

Meski sudah jadi CEO sukses dengan aplikasi Cal AI, Zach tetap memilih kuliah karena ingin merasakan pengalaman kampus seperti remaja lainnya.

“Saya ingin hidup normal seperti teman sebaya, bukan hanya fokus di bisnis,” kata Zach Yadegari dalam wawancaranya dengan The Miami Hurricane.

Ditolak Kampus Elite, Malah Jadi Jutawan

Kisah Zach Yadegari jadi sorotan karena sempat ditolak beberapa universitas ternama, termasuk kampus Ivy League.

Namun, penolakan itu justru jadi titik balik yang mendorongnya membangun Cal AI, aplikasi AI yang kini mendunia.

Sejak diluncurkan, Cal AI sudah diunduh lebih dari 10 juta kali dan digunakan di berbagai negara.

Aplikasi ini mampu menganalisis foto makanan dan menampilkan jumlah kalori, kadar protein, hingga saran diet, semuanya berkat sistem AI canggih yang dikembangkan oleh Zach sendiri sejak usia 16 tahun.

 

Menurut laporan Business Insider dan Fortune, pendapatan Cal AI kini mencapai sekitar USD 30 juta per tahun atau setara Rp 480 miliar. Tak heran, media internasional menyebutnya sebagai “the teenage CEO redefining health tech.”

Zach kini memimpin tim global beranggotakan puluhan orang, yang mengurus pengembangan aplikasi, riset nutrisi, hingga ekspansi bisnis di Asia dan Eropa.

Ia dikenal perfeksionis dalam desain dan algoritma, namun tetap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari di kampus.

Meski sukses besar, Zach Yadegari mengaku tidak ingin melewatkan masa muda. Ia menolak label “dropout sukses” seperti Elon Musk atau Mark Zuckerberg.

“Uang bukan segalanya. Saya ingin belajar, berjejaring, dan berkembang bersama teman kampus,” ujarnya.

Keputusan itu mendapat pujian luas dari publik. Banyak yang menilai langkah Zach menunjukkan keseimbangan antara ambisi bisnis dan kedewasaan sosial.

Kisah Zach Yadegari dan Cal AI menandai gelombang baru generasi muda yang memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang bisnis nyata. Anak muda kini tak hanya bermimpi jadi kreator media sosial, tapi juga inovator teknologi.

Tren ini disebut banyak analis sebagai “AIpreneurship”, kombinasi antara AI dan entrepreneurship yang mengubah wajah industri startup global. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Cal AI #aplikasi #Zach Yadegari #CEO sukses