LombokPost-Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan perusahaan memasuki fase baru. Pelaku usaha mulai melirik Autonomous AI atau Agentic AI untuk menjalankan tugas dengan sedikit campur tangan manusia.
Sebelumnya, perusahaan lebih banyak memakai AI untuk membuat ringkasan dan menghasilkan konten. Teknologi itu juga membantu pengguna menjawab berbagai pertanyaan.
Perkembangan teknologi kini memungkinkan AI menjalankan proses secara mandiri. Kebutuhan mengotomatisasi proses bisnis turut mendorong pergeseran ini.
Perusahaan menginginkan sistem kerja yang lebih cerdas, cepat, dan efisien. Autonomous AI menawarkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan itu.
Baca Juga: Deepal S07, SUV Listrik Keluarga dengan Kabin Mewah dan Teknologi Pintar
Indonesia Punya Peluang Besar
Peluang pengembangan AI di Indonesia terus membesar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia sebagai pasar potensial AI terbesar keempat di Asia.
Investasi AI dari sektor swasta mencapai USD 91 juta. Nilai itu tercatat sepanjang akhir 2024 hingga pertengahan 2025.
Sekitar 56 persen pekerja Indonesia juga meyakini AI mampu meningkatkan produktivitas kerja.
Mengenal Autonomous AI
Autonomous AI memiliki kemampuan berbeda dari AI generatif. AI generatif umumnya memberikan rekomendasi atau menghasilkan konten berdasarkan perintah pengguna.
Sementara itu, Autonomous AI mampu mengambil keputusan dan menjalankan proses bisnis. Teknologi ini juga dapat berkoordinasi dengan berbagai aplikasi.
Sistem kemudian menyelesaikan alur kerja secara otomatis. Seluruh proses tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan perusahaan.
Teknologi ini mulai digunakan di berbagai sektor. Industri keuangan dan teknologi informasi menjadi dua sektor yang banyak memanfaatkannya.
Penggunaannya meliputi otomatisasi layanan pelanggan dan penyelidikan insiden keamanan siber. Autonomous AI juga dapat mendeteksi anomali pada sistem teknologi informasi.
Penerapan lainnya mencakup manajemen endpoint dan optimalisasi penggunaan cloud. Teknologi ini juga membantu analisis akar penyebab gangguan sistem serta pengelolaan pengetahuan.
Otoritas Jasa Keuangan telah memasukkan Agentic AI sebagai investasi teknologi strategis. Langkah itu tercantum dalam pedoman Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Green Technofinance di Tengah Gempuran Teknologi Artificial Intelligence
Tata Kelola Jadi Perhatian
Autonomous AI menawarkan efisiensi tinggi. Namun, penerapannya juga memunculkan tantangan baru.
Tantangan utama berkaitan dengan keamanan data, transparansi, dan akuntabilitas. Risiko membesar saat AI mendapat akses terhadap data pelanggan dan sistem bisnis penting.
Perusahaan perlu memastikan pihak yang dapat mengakses data. Penggunaan data untuk melatih model AI eksternal juga membutuhkan perhatian.
Selain itu, perusahaan harus dapat mengaudit keputusan AI. Kendali terhadap setiap tindakan sistem juga perlu tetap terjaga.
Karena itu, tata kelola AI menjadi pertimbangan utama dalam proses adopsi. Perusahaan tidak cukup hanya mengejar kemampuan dan efisiensi teknologi.
Keamanan data dan kejelasan tanggung jawab harus menyertai penggunaan Autonomous AI. Langkah ini penting saat perusahaan menyerahkan lebih banyak tugas kepada sistem yang bekerja secara mandiri.
Editor : Akbar Sirinawa