LombokPost - Kesuksesan Jannik Sinner menjuarai Monte-Carlo Masters 2026 mendapat pujian tinggi dari pelatihnya, Simone Vagnozzi. Ia mengaku sangat terkesan dengan perkembangan permainan anak didiknya, terutama dalam beradaptasi di lapangan tanah liat.
Sinner tampil luar biasa sepanjang turnamen hingga akhirnya menumbangkan Carlos Alcaraz di final. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkannya di level ATP Masters 1000 menjadi 22 pertandingan sekaligus memastikan gelar besar pertamanya di lapangan tanah liat.
“Kami sangat senang. Setelah dua pertandingan pertama, dia mulai merasa lebih nyaman, menggunakan lebih banyak variasi seperti drop shot, perubahan ketinggian bola, dan servis. Kami sangat, sangat terkesan dengan level permainannya di sini,” ujar Vagnozzi.
Baca Juga: Momen Spesial Monte-Carlo! Jannik Sinner Disambangi Bintang F1 George Russell
Perubahan strategi itu menjadi kunci keberhasilan Sinner. Ia mampu mengatasi sejumlah pemain top dunia seperti Felix Auger-Aliassime, Alexander Zverev, hingga Alcaraz dalam perjalanannya menuju gelar.
Gelar ini juga menjadi tonggak penting dalam karier Sinner. Sebelumnya, ia telah mengoleksi tujuh gelar ATP Masters 1000, namun belum pernah menang di turnamen tanah liat. Kini, ia tak hanya memecahkan “kutukan” tersebut, tetapi juga kembali merebut posisi nomor satu dunia.
Vagnozzi menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan salah satu target utama tim di musim 2026. “Salah satu tujuan kami adalah meraih gelar besar di lapangan tanah liat. Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulainya selain dengan kemenangan ini,” katanya.
Baca Juga: Samai Rekor Big 3! Jannik Sinner Tembus Semifinal Monte-Carlo Usai Kalahkan Felix Auger-Aliassime
Ia juga menyoroti faktor konsistensi Sinner yang terus meningkat sejak menjuarai Indian Wells dan Miami. Menurutnya, kepercayaan diri yang didapat dari dua turnamen tersebut menjadi fondasi penting bagi keberhasilan di Monte-Carlo.
“Juara merasakan kemenangan dan itu sangat penting. Kepercayaan diri dari Indian Wells dan Miami benar-benar membantu,” tambahnya.
Secara statistik, pencapaian Sinner juga semakin istimewa. Ia kini sejajar dengan Novak Djokovic sebagai pemain yang mampu menyapu tiga turnamen ATP Masters 1000 pertama dalam satu musim. Selain itu, ia juga menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu memenangi Miami dan Monte-Carlo secara beruntun.
Dengan performa yang terus menanjak, Sinner kini menjadi ancaman utama di musim lapangan tanah liat Eropa. Dominasi yang ia tunjukkan bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga kecerdasan dalam mengubah strategi di setiap pertandingan.
Editor : Rury Anjas Andita