LombokPost - Dominasi Jannik Sinner di musim 2026 semakin tak terbendung setelah menjuarai Monte-Carlo Masters. Gelar ini bukan hanya menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik saat ini, tetapi juga membuatnya semakin dekat dengan raihan ‘Big Title’ milik rival utamanya, Carlos Alcaraz.
Kemenangan di Monte-Carlo menjadi gelar besar ke-14 bagi Sinner—kombinasi dari Grand Slam, ATP Finals, Masters 1000, hingga Olimpiade. Ia kini hanya terpaut satu gelar dari Alcaraz yang sebelumnya unggul usai menjuarai Australian Open 2026.
Namun, Sinner merespons dengan performa luar biasa. Petenis Italia itu menyapu tiga turnamen besar secara beruntun, yakni Indian Wells Masters, Miami Open, dan Monte-Carlo, sekaligus mengukuhkan dominasinya di level ATP Masters 1000.
Baca Juga: Comeback Ganas! Mirra Andreeva Bangkit Tekuk Potapova, Sabet Gelar Linz 2026
Dengan pencapaian ini, Sinner menyamai torehan elite yang sebelumnya hanya dicapai pemain “Big 3” seperti Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer. Ia menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu memenangi tiga Masters 1000 pertama dalam satu musim serta meraih empat gelar Masters 1000 secara beruntun.
Tak hanya itu, Sinner kini telah mengoleksi delapan gelar ATP Masters 1000—jumlah yang sama dengan Alcaraz—dan hanya kalah dari Djokovic di antara pemain aktif.
Secara statistik, efisiensi Sinner juga mencolok. Ia mampu meraih satu ‘Big Title’ setiap 4,9 turnamen yang diikuti, melampaui rasio legenda seperti Pete Sampras. Hanya beberapa nama besar seperti Djokovic, Nadal, Federer, dan Alcaraz yang memiliki rasio lebih baik.
Gelar Monte-Carlo juga menjadi yang pertama bagi Sinner di turnamen tersebut, sekaligus membuka peluang besar untuk mendominasi musim lapangan tanah liat. Dua target berikutnya kini adalah Madrid dan Roma—dua ajang Masters 1000 yang belum pernah ia menangkan.
Dengan performa yang terus menanjak dan status sebagai peringkat 1 dunia terbaru, Sinner kini menjadi ancaman utama dalam perebutan supremasi tenis dunia 2026, sekaligus memberikan tekanan besar kepada Alcaraz dalam persaingan menuju era baru tenis dunia.
Editor : Rury Anjas Andita