Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jannik Sinner Rebut Takhta Dunia, tapi Duel Sengit Lawan Carlos Alcaraz Masih Panjang! Perebutan No. 1 Belum Usai

Rury Anjas Andita • Selasa, 14 April 2026 | 16:10 WIB
Jannik Sinner kembali jadi No.1 dunia usai juara Monte-Carlo, tapi Carlos Alcaraz siap merebutnya lagi. Persaingan ATP 2026 makin sengit! (Dok ATP Tour)
Jannik Sinner kembali jadi No.1 dunia usai juara Monte-Carlo, tapi Carlos Alcaraz siap merebutnya lagi. Persaingan ATP 2026 makin sengit! (Dok ATP Tour)

 

LombokPost - Jannik Sinner resmi kembali ke puncak ATP Tour setelah menumbangkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, di final Monte-Carlo Masters. Namun, persaingan memperebutkan peringkat 1 dunia dipastikan masih jauh dari kata selesai.

Sinner memulai pekan ke-67 sebagai pemain nomor 1 dunia. Kemenangan di Monte-Carlo memberinya keunggulan tipis 110 poin atas Alcaraz di peringkat ATP. Meski begitu, margin tersebut belum cukup aman, terutama memasuki fase krusial musim lapangan tanah liat.

Alcaraz sejatinya menghadapi tantangan lebih berat. Petenis Spanyol itu harus mempertahankan 3.330 poin sepanjang musim tanah liat, jauh lebih besar dibandingkan Sinner yang hanya mempertahankan 1.950 poin. Kondisi ini membuat Sinner secara matematis lebih diuntungkan dalam menjaga posisi puncak.

Baca Juga: Final Impian Monte-Carlo: Carlos Alcaraz vs Jannik Sinner, Duel Perebutan Gelar dan Ranking No. 1 Dunia

Namun peluang Alcaraz untuk merebut kembali takhta dunia terbuka lebar dalam waktu dekat. Turnamen Barcelona Open menjadi momentum awal. Dengan hanya mempertahankan 330 poin dari capaian final tahun lalu, Alcaraz bisa langsung kembali ke posisi No. 1 jika mampu keluar sebagai juara.

Jika gagal meraih gelar di Barcelona, Sinner dipastikan tetap bertahan di posisi puncak. Namun persaingan akan kembali memanas di Madrid Open, di mana kedua pemain tidak memiliki poin untuk dipertahankan.

Madrid menjadi panggung ideal bagi Alcaraz untuk membalikkan keadaan. Petenis asal Murcia itu memiliki rekor impresif dengan dua gelar dan catatan 15-2 di turnamen tersebut, menjadikannya salah satu favorit kuat.

Baca Juga: Tak Terbendung! Jannik Sinner Hajar Alexander Zverev, Tembus Final Monte-Carlo dan Dekati Ranking 1

Tekanan sesungguhnya justru akan datang setelah Madrid. Alcaraz harus mempertahankan sekitar 3.000 poin dari Italian Open di Roma dan French Open di Roland Garros—dua turnamen yang ia menangkan musim lalu setelah mengalahkan Sinner di final.

Meski begitu, sejarah juga memberi harapan bagi Alcaraz. Ia sudah terbukti mampu mengatasi Sinner di panggung besar, termasuk di Roma dan Paris. Artinya, peluang mempertahankan poin sekaligus merebut kembali peringkat 1 dunia masih sangat terbuka.

Dengan selisih poin yang tipis, jadwal padat, dan tekanan besar di setiap turnamen, rivalitas Sinner vs Alcaraz kini memasuki fase paling menentukan. Perebutan takhta tenis dunia 2026 bukan hanya soal siapa yang lebih kuat—tetapi siapa yang paling konsisten di momen krusial.

Editor : Rury Anjas Andita
#petenis ranking 1 dunia #Carlos Alcaraz #Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz #ATP Masters 1000 #Jannik Sinner