LombokPost – Marta Kostyuk memastikan diri sebagai ratu baru di Open Capfinances Rouen Métropole 2026. Unggulan teratas itu memenangkan derbi sesama Ukraina kontra Veronika Podrez dengan skor 6-3, 6-4 dalam 1 jam 21 menit, Minggu waktu setempat.
Kemenangan ini tak hanya menghadirkan gelar kedua WTA bagi Kostyuk, tetapi juga mengukir sejarah sebagai final pertama yang mempertemukan dua petenis Ukraina di тур WTA. “Ini bukan sekadar pertandingan. Ini momen bersejarah bagi tenis Ukraina,” ujar Kostyuk saat seremoni penyerahan trofi.
Sejak awal laga, final berlangsung ketat. Podrez yang tampil tanpa beban sempat mengejutkan dengan mematahkan servis di game pembuka. Namun Kostyuk segera merespons dengan merebut tiga gim beruntun untuk berbalik unggul.
Baca Juga: Novak Djokovic Mundur dari Madrid Open 2026, Cedera Bahu Belum Pulih, Fokus Comeback di Roma
Podrez menunjukkan mental kuat dengan menyamakan kedudukan 3-3, tetapi pengalaman Kostyuk berbicara. Ia menutup set pertama dengan dominasi penuh, meraih 12 dari 13 poin terakhir.
Memasuki set kedua, Kostyuk kembali mengambil inisiatif lebih dulu. Meski sempat terjadi pertukaran break yang membuat skor imbang, ia tampil lebih stabil di momen krusial.
Break penting di gim kesembilan menjadi penentu sebelum Kostyuk mengunci kemenangan lewat servisnya sendiri.
Kostyuk tampil impresif dengan 34 winner dan enam kali break point sukses. Gelar ini juga menjadi yang pertama di lapangan tanah liat dalam kariernya, melengkapi koleksi trofi di berbagai permukaan.
Secara keseluruhan, performa musim 2026 menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya. Ia diproyeksikan naik ke peringkat 23 dunia dan semakin dekat kembali ke Top 20.
Di sisi lain, Podrez tetap mencuri perhatian. Petenis 19 tahun itu menorehkan kisah luar biasa dengan menembus final dalam debutnya di level тур utama, dimulai dari babak kualifikasi.
Perjalanannya di Rouen menandai lonjakan besar dalam kariernya. Ia diprediksi naik ke peringkat 147 dunia, sekaligus menembus 150 besar untuk pertama kalinya.
Tak hanya di lapangan, Podrez juga mencuri simpati publik saat menyampaikan pidato dalam bahasa Prancis, yang langsung disambut tepuk tangan meriah penonton.
Final ini menjadi simbol kebangkitan tenis Ukraina. Dengan semakin banyak pemain di jajaran Top 100, kemenangan Kostyuk dan terobosan Podrez diyakini akan menginspirasi generasi baru untuk mengikuti jejak mereka.
Editor : Rury Anjas Andita