LombokPost – Jannik Sinner datang ke Mutua Madrid Open 2026 dengan satu misi besar: mencetak sejarah baru di ATP Masters 1000.
Jika mampu mengangkat trofi pada 3 Mei mendatang, petenis Italia itu akan menjadi pemain pertama sejak era Masters 1000 dimulai pada 1990 yang mampu meraih lima gelar beruntun di level tersebut.
Performa Sinner memang sedang berada di puncak. Sejak mundur di Shanghai Oktober lalu, ia langsung bangkit dengan menyapu bersih gelar di Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo.
Bahkan, di tiga turnamen hard court, Sinner tampil sempurna tanpa kehilangan satu set pun. Catatan impresif itu baru terhenti saat menghadapi Tomas Machac di Monte-Carlo.
Momentum tersebut semakin lengkap setelah Sinner menumbangkan Carlos Alcaraz di final Monte-Carlo, sekaligus mengantarkannya kembali ke peringkat satu dunia.
Tak hanya itu, ia juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang menjuarai “Sunshine Double” — Indian Wells dan Miami — tanpa kehilangan satu set.
Kini, tantangan berikutnya adalah melampaui capaian para legenda. Novak Djokovic dan Rafael Nadal sama-sama pernah mencatat empat gelar Masters 1000 beruntun, namun belum ada yang mencapai lima secara beruntun dalam satu rangkaian turnamen aktif.
Djokovic bahkan pernah mengoleksi lima gelar beruntun pada 2014-2015, tetapi melewatkan Madrid dalam rangkaian tersebut, sehingga tidak dihitung sebagai streak penuh dalam satu musim berjalan.
Selain itu, Sinner juga mengincar rekor lain milik Djokovic, yakni enam gelar Masters 1000 dalam satu musim yang dicetak pada 2015.
Meski sedang dominan, Madrid bukanlah wilayah paling ramah bagi Sinner. Prestasi terbaiknya di Caja Mágica baru sebatas perempat final pada edisi 2024, dengan rekor 5-3 sepanjang kariernya di turnamen ini.
Pada edisi kali ini, unggulan teratas itu akan membuka langkah menghadapi pemain kualifikasi, antara Benjamin Bonzi atau Titouan Droguet.
Dengan performa nyaris sempurna dan kepercayaan diri tinggi, Sinner kini hanya berjarak satu gelar lagi dari sejarah. Madrid akan menjadi panggung penentuan: dominasi berlanjut atau justru terhenti.
Editor : Rury Anjas Andita