LombokPost – Iga Swiatek akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan menjelang Roland Garros 2026. Petenis Polandia itu tampil luar biasa saat menghancurkan Jessica Pegula 6-1, 6-2 untuk melaju ke semifinal Internazionali BNL d’Italia.
Unggulan keempat tersebut hanya membutuhkan waktu 67 menit untuk menaklukkan Pegula di Foro Italico, Rabu (14/5). Kemenangan itu terasa sangat penting karena menjadi kemenangan pertama Swiatek atas pemain Top 10 musim ini.
Sebelumnya, Swiatek mengalami periode sulit sepanjang 2026. Ia sempat turun ke peringkat empat dunia, gagal menembus semifinal turnamen WTA reguler, hingga melakukan pergantian pelatih hanya beberapa bulan setelah musim dimulai. Namun di Roma, aura juara tiga kali itu perlahan kembali terlihat.
“Tentu saja saya sangat senang dengan pertandingan ini,” kata Swiatek seusai laga. “Sejak awal saya merasa bisa mengendalikan pertandingan dan semuanya berjalan sesuai rencana,” sambungnya.
Swiatek tampil nyaris sempurna sepanjang pertandingan. Ia bahkan tidak menghadapi satu pun break point saat melakukan servis.
Statistiknya sangat dominan. Swiatek memasukkan hampir 78 persen servis pertama dan memenangi lebih dari 77 persen poin dari servis tersebut.
Baca Juga: Novak Djokovic Tumbang di Roma! Dino Prizmic Bikin Kejutan Besar, Sang Legenda Tampak Kepayahan
Sebaliknya, Pegula kesulitan mengembangkan permainan. Petenis Amerika Serikat itu hanya memenangi 12,5 persen poin dari servis keduanya.
Permainan baseline khas Swiatek kembali menjadi senjata utama di lapangan tanah liat Roma. “Saya tahu permainan baseline saya sangat bagus, jadi saya percaya diri bisa mengontrol reli,” ujar Swiatek.
Kemenangan atas Pegula menjadi momen penting bagi Swiatek. Sebab, ini adalah kemenangan pertamanya melawan pemain peringkat 10 besar dunia sepanjang musim 2026.
Sebelumnya, Swiatek kalah enam kali beruntun dari lawan Top 10, termasuk empat kekalahan musim ini. Meski begitu, rekor keseluruhannya melawan elite dunia tetap mengesankan.
Sejak debut di WTA Tour pada 2019, Swiatek sudah mengoleksi 54 kemenangan atas pemain Top 10. Jumlah itu bahkan lebih banyak dibanding Aryna Sabalenka yang kini berstatus nomor satu dunia.
Kemenangan atas Pegula juga mempertegas dominasi Swiatek di Roma. Ia kini mengoleksi rekor 25 kemenangan dan hanya tiga kekalahan di Foro Italico.
Dalam Era Terbuka, hanya Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini yang mampu mencapai 25 kemenangan Roma lebih cepat daripada Swiatek. Persentase kemenangan Swiatek di Roma kini mencapai 89,3 persen, hanya kalah dari legenda tenis Chris Evert.
Baca Juga: Iga Swiatek Nyaris Tersungkur di Roma! Sempat Kehilangan Kendali, Juara 3 Kali Itu Bangkit Dramatis
Di semifinal, Swiatek akan menghadapi Elena Rybakina atau Elina Svitolina. Rekor pertemuannya cukup menarik. Swiatek memiliki catatan imbang 6-6 melawan Rybakina dan unggul 4-2 atas Svitolina. Namun, ia kalah dalam pertemuan terakhir melawan kedua pemain tersebut musim ini.
Editor : Rury Anjas Andita