Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Elina Svitolina Juara Roma 2026, Kalahkan Coco Gauff dan Ukir Sejarah untuk Ukraina

Rury Anjas Andita • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:49 WIB
Elina Svitolina juara Roma 2026 usai kalahkan Coco Gauff. Raih gelar WTA ke-20 dan cetak sejarah untuk Ukraina. (AFP)
Elina Svitolina juara Roma 2026 usai kalahkan Coco Gauff. Raih gelar WTA ke-20 dan cetak sejarah untuk Ukraina. (AFP)

LombokPost – Elina Svitolina akhirnya kembali merasakan gelar WTA 1000 setelah penantian panjang. Petenis Ukraina itu tampil luar biasa saat menaklukkan Coco Gauff di final Internazionali BNL d’Italia 2026 dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-2, Sabtu (16/5) waktu setempat.

Kemenangan dramatis selama 2 jam 49 menit tersebut memastikan Svitolina meraih gelar ketiganya di Roma setelah sebelumnya berjaya pada 2017 dan 2018. 

Tak hanya itu, Svitolina juga mencetak sejarah sebagai petenis Ukraina pertama di Era Terbuka yang berhasil mengoleksi 20 gelar tunggal WTA.

Baca Juga: Iga Swiatek Bangkit di Roma! Jessica Pegula Dibantai, Kemenangan Pertama atas Top 10 Langsung Antar ke Semifinal

Coco Gauff sebenarnya memulai laga dengan agresif. Petenis Amerika Serikat itu dua kali mematahkan servis Svitolina untuk unggul 2-0 dan 4-2 di set pertama.

Namun, pengalaman Svitolina berbicara. Mantan petenis nomor tiga dunia tersebut mampu bangkit dan membalikkan momentum pertandingan.

Pada game kesembilan yang krusial, Svitolina menyelamatkan tiga break point sebelum mempertahankan servis untuk unggul 5-4. Tak lama kemudian, dia mematahkan servis Gauff untuk merebut set pertama 6-4.

Baca Juga: Marta Kostyuk Lulus Harvard Business School, Juara Madrid Open Kini Siap Tembus Roland Garros

Set kedua berlangsung jauh lebih ketat. Gauff terus memberikan tekanan dan sempat mendapat peluang break di beberapa game awal servis Svitolina.

Kebuntuan akhirnya pecah saat Gauff melakukan break untuk unggul 6-5. Tetapi Svitolina langsung membalas dan memaksa tie-break.

Di momen krusial itu, Gauff tampil lebih tenang dan menang 7-5 untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.

Memasuki set penentuan, Svitolina kembali mengambil alih permainan. Petenis 31 tahun itu tampil lebih agresif dan berhasil mematahkan servis Gauff dua kali untuk unggul 5-2.

Saat melakukan servis untuk juara, Svitolina sempat menghadapi tekanan setelah Gauff memperoleh tiga break point. Namun, dia mampu bertahan dan akhirnya memastikan kemenangan lewat match point ketiga.

“Ini pertarungan yang sangat sulit. Saya bangga dengan cara saya mengatasi tekanan sepanjang turnamen ini,” ujar Svitolina setelah pertandingan.

Gelar Roma 2026 membuat Svitolina memperpanjang rekor sempurnanya menjadi 8-0 di final lapangan tanah liat WTA.

Baca Juga: Alexander Zverev Kecewa Tersingkir di Roma, Singgung Keganasan Jannik Sinner

Dia juga menjadi pemain tertua yang mampu memenangkan tiga gelar atau lebih di satu turnamen level WTA 1000, melewati rekor Serena Williams.

Selain itu, Svitolina menjadi pemain pertama yang mencatat tiga kemenangan atas pemain Top 5 dalam satu edisi turnamen Roma.

Perjalanan comeback Svitolina pun terasa semakin spesial. Setelah sempat turun performa dan memulai kembali dari nol, kini dia kembali menjadi salah satu kekuatan utama di WTA Tour.

Baca Juga: Iga Swiatek vs Naomi Osaka di Roma Open 2026! Duel 10 Gelar Grand Slam Panaskan Babak 16 Besar

“Awalnya saya hanya ingin kembali ke Top 100, lalu menjadi unggulan lagi. Sekarang saya merasa level permainan saya sudah kembali,” kata Svitolina.

 

Editor : Rury Anjas Andita
#Internazionali BNL d'Italia #juara Roma Open 2026 #WTA 1000 #Coco Gauff #elina svitolina