LombokPost - Coco Gauff mencoba mengambil sisi positif dari kegagalannya meraih gelar Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma. Meski kalah dari Elina Svitolina di partai final, petenis Amerika Serikat itu merasa mendapatkan banyak pelajaran penting menjelang French Open.
Gauff takluk dalam duel tiga set 4-6, 7-6(3), 2-6 dari Svitolina pada final yang berlangsung sengit di Foro Italico, Sabtu (17/5) waktu setempat. Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga bagi Gauff dari petenis Ukraina itu sepanjang musim 2026.
Petenis berusia 22 tahun tersebut mengakui dirinya terlalu pasif pada momen-momen krusial pertandingan. Padahal, ia menciptakan total 17 peluang break point, namun hanya mampu memanfaatkan tiga di antaranya.
“Saya merasa terlalu pasif di beberapa momen penting. Ketika lawan mulai bermain lebih agresif, saya justru mundur dan tidak meningkatkan intensitas permainan,” ujar Gauff.
Menurut juara French Open 2025 itu, kelemahan tersebut menjadi evaluasi utama sebelum tampil di Roland Garros. Ia menyebut dirinya harus lebih berani mengambil inisiatif, terutama saat mendapatkan bola-bola pendek dari lawan.
“Saya mendapatkan cukup banyak bola pendek, tetapi tidak melakukan sesuatu yang maksimal dengan peluang itu. Saya harus punya rencana yang lebih jelas untuk menyerang,” lanjutnya.
Baca Juga: Alexander Zverev Kecewa Tersingkir di Roma, Singgung Keganasan Jannik Sinner
Meski gagal membawa pulang trofi Roma, Gauff tetap melihat pekan ini sebagai modal besar untuk mempertahankan gelar French Open. Runner-up Roma dua tahun beruntun itu merasa telah menghadapi berbagai situasi pertandingan yang bisa menjadi bekal penting di Grand Slam nanti.
Selama turnamen di Roma, Gauff sempat tertinggal, bangkit dari tekanan, menyelamatkan match point, hingga menjalani laga-laga ketat sebelum mencapai final.
“Saya pernah berada di banyak situasi berbeda sepanjang turnamen ini. Saya rasa itu akan membantu saya ketika menghadapi tekanan di French Open,” katanya.
Gauff juga mengingat pengalaman buruk saat gagal mempertahankan gelar US Open 2024 setelah tersingkir di babak keempat. Saat itu, tekanan sebagai juara bertahan membuat performanya menurun drastis.
Kini, ia berharap bisa lebih siap secara mental saat kembali menyandang status juara bertahan di Roland Garros 2026.
Di sisi lain, Elina Svitolina tampil luar biasa sepanjang turnamen Roma. Petenis Ukraina tersebut sukses meraih gelar ketiganya di Italia sekaligus memperpanjang dominasi atas Gauff musim ini menjadi 3-0.
Svitolina tampil lebih agresif di set penentuan dan mampu memanfaatkan momentum ketika Gauff mulai kehilangan intensitas permainan.
Bagi Gauff, kekalahan ini menjadi alarm penting bahwa persaingan di lapangan tanah liat menjelang French Open akan berlangsung sangat ketat.
Namun, ia tetap optimistis karena merasa performanya secara keseluruhan terus berkembang.
“Secara umum saya merasa permainan saya semakin baik. Ada banyak hal positif yang bisa saya bawa dari turnamen ini,” tutup Gauff.
Editor : Rury Anjas Andita