LombokPost – Drawing Roland Garros 2026 menghadirkan banyak potensi duel panas sejak babak awal. Tiga unggulan utama, Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, dan Coco Gauff, sama-sama mendapat jalur berat menuju final Grand Slam lapangan tanah liat tersebut.
Turnamen Grand Slam kedua musim ini dipastikan berlangsung lebih terbuka setelah hasil mengejutkan di rangkaian turnamen tanah liat Madrid dan Roma. Kondisi itu membuat persaingan di Paris diprediksi sulit ditebak.
Juara bertahan Coco Gauff datang dengan modal bagus setelah mencapai final di Roma. Namun, petenis Amerika Serikat tersebut langsung menghadapi ujian berat di babak pertama melawan kompatriotnya, Taylor Townsend.
Baca Juga: Marta Kostyuk Lulus Harvard Business School, Juara Madrid Open Kini Siap Tembus Roland Garros
Townsend dikenal kerap tampil mengejutkan di turnamen besar. Bahkan, dalam satu-satunya pertemuan mereka di lapangan tanah liat pada 2019, Townsend mampu mengalahkan Gauff.
Jika mampu lolos jauh, Gauff berpotensi menghadapi Amanda Anisimova di perempat final. Rekor pertemuan keduanya cukup ketat dan diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di sektor putri.
Sementara itu, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka juga tidak mendapat jalur mudah. Finalis Roland Garros musim lalu itu berada di kuarter pertama bersama Jessica Pegula, Naomi Osaka, Madison Keys, hingga rising star Alexandra Eala.
Performa Sabalenka di musim tanah liat juga belum sepenuhnya meyakinkan. Ia gagal bersinar di Madrid dan Roma setelah tersingkir lebih cepat dari perkiraan.
Salah satu laga babak pertama yang paling dinanti adalah duel Iva Jovic melawan Alexandra Eala. Pertemuan dua petenis muda tersebut diprediksi bisa menjadi awal rivalitas besar di masa depan.
Apabila melangkah sesuai unggulan, Sabalenka kemungkinan bertemu Jessica Pegula di perempat final. Meski unggul head to head, Sabalenka kerap dipaksa bermain ketat oleh petenis Amerika Serikat itu.
Baca Juga: Roland Garros Umumkan Wild Card 2026, Ada Juara Junior dan Mantan Bintang yang Comeback
Di sisi lain, perhatian terbesar tertuju kepada Iga Swiatek yang masuk kuarter paling panas. Juara French Open empat kali tersebut berada satu jalur dengan Elina Svitolina, Marta Kostyuk, Belinda Bencic, hingga Jelena Ostapenko.
Meski tidak lagi terlalu dominan seperti musim-musim sebelumnya, Swiatek tetap dianggap sebagai ancaman terbesar di lapangan tanah liat Roland Garros.
Swiatek membuka perjuangan melawan petenis muda Australia Emerson Jones. Secara pengalaman, Swiatek jauh lebih unggul. Namun, tekanan tetap ada karena lawannya tampil tanpa beban.
Jika melaju mulus, Swiatek berpotensi bertemu Elina Svitolina di perempat final. Duel ini dipastikan menarik karena Svitolina sukses memenangi dua pertemuan terakhir mereka, termasuk semifinal Roma pekan lalu.
Kuarter terakhir juga tidak kalah sengit. Elena Rybakina memimpin bagian tersebut bersama Mirra Andreeva, Jasmine Paolini, Barbora Krejcikova, dan Karolina Muchova.
Pertandingan Hailey Baptiste kontra Barbora Krejcikova menjadi salah satu duel pembuka paling menarik. Baptiste sedang berada dalam performa terbaik setelah tampil impresif di Madrid.
Jika unggulan berjalan mulus, Rybakina kemungkinan menghadapi Mirra Andreeva di perempat final. Rekor pertemuan keduanya sejauh ini masih imbang dan sama-sama punya peluang besar melangkah jauh.
Editor : Rury Anjas Andita