LombokPost – Marta Kostyuk menunjukkan mental luar biasa di Roland Garros 2026. Petenis Ukraina itu tetap mampu meraih kemenangan meski dilanda tekanan emosional akibat kabar serangan rudal di negaranya.
Unggulan ke-15 tersebut sukses mengalahkan Oksana Selekhmeteva dua set langsung 6-2, 6-3 pada babak pertama Roland Garros, Minggu (25/5). Kemenangan itu memperpanjang rekor kemenangan beruntun Kostyuk di lapangan tanah liat menjadi 12 pertandingan.
Petenis berusia 23 tahun tersebut memang sedang berada dalam performa terbaik sepanjang kariernya setelah sebelumnya merebut gelar di Rouen dan memenangkan trofi WTA 1000 pertama di Madrid.
Di Paris, Kostyuk tampil dominan sejak awal pertandingan. Meski sempat kehilangan momentum saat melakukan servis penutup di kedua set, ia tetap mampu mengontrol permainan.
Statistik 20 winner, termasuk 12 poin dari forehand, menjadi bukti agresivitas permainan Kostyuk sepanjang laga.
Kemenangan itu sekaligus memastikan langkah Kostyuk ke babak kedua Roland Garros. Selanjutnya, ia akan menghadapi Katie Volynets atau Clara Burel.
Baca Juga: Hasil Drawing Roland Garros 2026: Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, dan Coco Gauff Dapat Lawan Berat
Namun sorotan terbesar justru muncul setelah pertandingan usai. Dalam wawancara di lapangan, Kostyuk mengungkapkan dirinya mendapat kabar mengejutkan beberapa jam sebelum bertanding.
Ia menyebut sebuah rudal menghantam area dekat rumah orang tuanya di Ukraina. “Saya sangat bangga pada diri saya sendiri hari ini. Ini mungkin salah satu pertandingan tersulit dalam karier saya,” ujar Kostyuk dengan emosional.
“Pagi ini, sekitar 100 meter dari rumah orang tua saya, sebuah rudal menghancurkan bangunan di sana,” lanjutnya.
Kostyuk mengaku sempat kesulitan mengendalikan emosi dan tidak tahu bagaimana dirinya akan menghadapi pertandingan tersebut. “Saya tidak tahu bagaimana pertandingan ini akan berjalan. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menghadapinya,” katanya.
Pernyataan itu langsung membuat suasana Court Philippe-Chatrier hening dan penuh simpati. Sejak perang di Ukraina pecah, Kostyuk memang menjadi salah satu petenis yang paling vokal menyuarakan situasi di negaranya. Ia beberapa kali tampil emosional saat berlaga di turnamen besar.
Kini, di tengah tekanan mental yang berat, Kostyuk tetap mampu menjaga fokus dan melanjutkan performa impresifnya di musim lapangan tanah liat 2026. Dengan performa yang terus menanjak, Kostyuk mulai disebut sebagai salah satu ancaman serius di Roland Garros tahun ini.
Editor : Rury Anjas Andita