LombokPost – Kejutan terjadi pada babak kedua Berlin Tennis Open 2026. Unggulan kelima Coco Gauff gagal melanjutkan langkahnya setelah ditaklukkan Paula Badosa dalam pertarungan tiga set yang berlangsung sengit, Rabu (18/6).
Badosa bangkit setelah kehilangan set pertama untuk meraih kemenangan 1-6, 6-3, 6-2. Hasil tersebut mempertegas dominasinya atas Gauff dengan rekor lima kemenangan dari delapan pertemuan mereka di WTA Tour.
Gauff sebenarnya tampil menjanjikan di awal pertandingan. Petenis Amerika Serikat itu menguasai set pembuka dengan skor telak 6-1 dan tampak berada di jalur yang tepat menuju babak berikutnya.
Baca Juga: Lucky Loser Donna Vekic Juara Queen's, Ranking WTA Melonjak Tajam
Namun, Badosa menunjukkan mental kuat. Petenis asal Spanyol itu perlahan menemukan ritme permainan terbaiknya dan mulai menekan dari baseline. Strategi tersebut berhasil membalikkan keadaan dan membuat Gauff kehilangan kendali pertandingan.
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi Badosa. Sebelum tiba di Berlin, ia sedang berada dalam periode sulit setelah menelan lima kekalahan beruntun.
Bahkan, kemenangan pada putaran pertama melawan Suzan Lamens menjadi kemenangan pertamanya sejak turnamen Charleston pada April lalu.
Baca Juga: Donna Vekic Juara Queen’s 2026, Hancurkan Emma Raducanu dan Ukir Rekor Bersejarah
Kini, Badosa berhasil mencapai perempat final pertamanya musim ini sekaligus menembus delapan besar Berlin Open untuk tahun kedua berturut-turut.
Pada babak berikutnya, Badosa akan menghadapi pemenang laga antara Linda Noskova dan Diane Parry untuk memperebutkan tiket semifinal.
Di pertandingan lainnya, mantan juara Berlin Open Jessica Pegula tampil solid saat mengalahkan Katerina Siniakova dua set langsung 6-2, 6-4.
Kemenangan tersebut memperpanjang dominasi Pegula atas petenis Republik Ceko itu. Kini Pegula telah memenangkan lima pertemuan terakhir secara beruntun dan unggul 6-1 dalam rekor head to head.
Petenis peringkat atas Amerika Serikat tersebut tampil efektif sepanjang laga. Pada set pertama, ia memanfaatkan dua kali break servis untuk unggul nyaman 6-2.
Siniakova sebenarnya memberikan perlawanan lebih kuat pada set kedua. Ia bahkan memperoleh delapan peluang break point sepanjang pertandingan, enam di antaranya terjadi pada set kedua.
Namun, Pegula menunjukkan ketenangan luar biasa di momen-momen krusial. Seluruh break point yang didapatkan lawannya berhasil digagalkan.
Sebaliknya, Pegula terus memberikan tekanan saat menerima servis lawan. Ia menciptakan 18 break point dari sembilan game servis Siniakova dan sukses mengonversi tiga di antaranya menjadi break.
Kemenangan dalam waktu 1 jam 45 menit itu membuat Pegula semakin dekat dengan target besar musim ini.
Juara Berlin Open 2024 tersebut sedang memburu gelar lapangan rumput ketiga secara beruntun setelah tahun lalu juga menjadi kampiun di Bad Homburg.
Selain itu, Pegula juga berpeluang meraih gelar ketiga musim 2026 setelah sebelumnya sukses menjuarai turnamen Dubai dan Charleston.
Pada babak perempat final, Pegula akan menghadapi lawan berat. Ia menunggu pemenang duel antara unggulan ketujuh Karolina Muchova dan mantan juara Australian Open Madison Keys.
Editor : Rury Anjas Andita