LombokPost – Iga Swiatek mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah melalui sejumlah pertandingan sulit di Toronto, petenis Polandia itu tampil nyaris tanpa cela saat menghadapi Diana Shnaider.
Swiatek menggasak unggulan ke-15 tersebut dengan skor telak 6-2, 6-1 hanya dalam waktu 64 menit pada perempat final National Bank Open, Senin malam atau Selasa WIB. Kemenangan ini mengantar unggulan ketujuh itu ke semifinal turnamen WTA 1000 Toronto.
Hasil tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Swiatek mulai menemukan kembali permainan terbaiknya. Musim 2026 memang belum berjalan sesuai standar yang biasa ia tunjukkan. Namun, penampilannya di Toronto menunjukkan grafik yang semakin meningkat.
Baca Juga: Iga Swiatek Putus Kutukan Tujuh Laga, Diana Shnaider Menanti di Perempat Final Toronto
“Saya merasa nyaman di lapangan. Saya tahu seberapa banyak latihan yang sudah saya lakukan dan apa yang kami kerjakan saat latihan. Itu memberi saya kepercayaan diri,” kata Swiatek.
Menghadapi Shnaider, Swiatek langsung mengambil kendali sejak gim pertama. Ia mematahkan servis lawannya dan tampil dominan dalam reli. Shnaider sempat memberikan perlawanan, tetapi kesalahan-kesalahan dari sisi forehand membuatnya kesulitan mengimbangi permainan Swiatek.
Swiatek kemudian kembali mematahkan servis untuk unggul 5-2 sebelum menutup set pertama. Dominasi berlanjut pada set kedua.
Baca Juga: Iga Swiatek Makin Ganas di Toronto, Hanya Butuh 66 Menit untuk Melaju ke-16 Besar National Bank Open
Break pada gim ketiga menjadi awal dari rangkaian enam gim beruntun yang dimenangi Swiatek. Shnaider tak mampu menemukan cara untuk menghentikan laju mantan petenis nomor satu dunia tersebut.
Statistik yang Menegaskan Dominasi Swiatek
Kemenangan atas Shnaider bukan sekadar kemenangan dua set langsung. Sejumlah statistik menunjukkan betapa dominannya Swiatek di pertandingan tersebut.
Nol break point menjadi salah satu catatan paling mencolok. Swiatek sama sekali tidak memberikan kesempatan break kepada Shnaider sepanjang pertandingan.
Ia juga hanya membuat delapan unforced error, jumlah kesalahan sendiri paling sedikit yang dibuatnya dalam satu pertandingan sepanjang musim ini.
Dari servis pertama, Swiatek tampil sangat efektif. Ia memenangi 23 dari 26 poin first serve, atau mencapai persentase kemenangan 88,5 persen.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang catatan impresif Swiatek di ajang WTA 1000. Ia kini telah mencapai 23 semifinal WTA 1000 sepanjang karier.
Baca Juga: Sempat Nyaris Sapu Bersih, Iga Swiatek Tetap Melaju di Toronto Open Usai Jinakkan Sara Bejlek
Sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, hanya Serena Williams yang memiliki rasio keberhasilan mencapai semifinal lebih tinggi. Serena mencatat 53,1 persen, sedangkan Swiatek berada di angka 48,9 persen.
Swiatek juga kini menyamai rekor Agnieszka Radwanska dengan 23 penampilan di semifinal WTA 1000. Hanya Simona Halep, Serena Williams, dan Victoria Azarenka yang memiliki jumlah lebih banyak.
Satu Langkah Menuju Final
Perjalanan Swiatek menuju semifinal Toronto tidak sepenuhnya mulus. Ia harus melewati pertarungan tiga set melawan Marta Kostyuk pada babak 16 besar.
Namun, pertandingan melawan Shnaider menjadi cerita berbeda. Swiatek mampu menjalankan strategi dengan disiplin dan nyaris tidak memberikan ruang kepada lawannya.
“Saya hanya mengikuti rencana. Saya benar-benar fokus. Saya merasa sekarang lebih mudah mengikuti rencana karena saya merasakan bola dengan baik di raket,” ujar Swiatek.
Kemenangan tersebut juga membuat Swiatek mencatat pencapaian unik. Ia kini sudah pernah mencapai semifinal di 10 dari 11 lokasi turnamen WTA 1000 yang saat ini masih digelar. Wuhan menjadi satu-satunya lokasi yang belum pernah membawanya ke empat besar.
Berikutnya, tantangan Swiatek semakin berat. Ia akan menghadapi unggulan kesembilan Elina Svitolina di semifinal.
Svitolina lebih dulu mengamankan tiket semifinal setelah bangkit dari kekalahan set pertama untuk menundukkan unggulan ke-16 Ekaterina Alexandrova 3-6, 6-0, 6-3 dalam waktu 1 jam 33 menit.
Swiatek unggul dalam rekor pertemuan sepanjang karier dengan Svitolina, yakni 4-3. Namun, dua pertemuan mereka musim ini menjadi milik petenis Ukraina tersebut. Svitolina menang di Indian Wells dan Roma, keduanya melalui pertarungan tiga set.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com