LombokPost – Cincinnati Open 2026 langsung menyuguhkan sejumlah potensi duel panas. Undian turnamen WTA 1000 tersebut menempatkan Aryna Sabalenka, Coco Gauff, Jessica Pegula, dan Elena Rybakina sebagai pemimpin di masing-masing kuarter.
Turnamen yang mulai memasuki babak utama pada Kamis (13/8) itu diikuti 10 juara Grand Slam. Selain itu, lima mantan juara Cincinnati juga kembali masuk dalam persaingan tahun ini.
Mereka adalah Iga Swiatek yang menjadi juara pada 2025, Sabalenka (2024), Gauff (2023), Madison Keys (2019), dan Karolina Pliskova (2016). Dengan komposisi tersebut, Cincinnati Open 2026 berpotensi menghadirkan persaingan ketat bahkan sebelum memasuki semifinal.
Salah satu duel yang paling ditunggu adalah potensi pertemuan Sabalenka dengan Naomi Osaka di perempat final.
Sabalenka Bisa Jumpa Osaka
Sabalenka menjadi unggulan pertama sekaligus pemimpin kuarter pertama. Ia mendapatkan bye pada babak pembuka, begitu pula Elina Svitolina, Osaka, Ekaterina Alexandrova, Madison Keys, Barbora Krejcikova, Leylah Fernandez, dan Donna Vekic.
Sabalenka berpotensi bertemu Osaka di perempat final. Pertemuan keduanya kembali menjadi menarik karena rivalitas Sabalenka dan Osaka semakin berkembang sepanjang 2026. Mereka sudah empat kali berhadapan tahun ini.
Osaka memenangkan pertemuan terakhir di Wimbledon. Namun, Cincinnati menggunakan lapangan keras, permukaan yang juga menjadi habitat favorit kedua petenis.
Sebelum sampai ke fase tersebut, babak pertama juga menyajikan duel menarik antara dua generasi petenis Republik Ceko, Sara Bejlek dan Pliskova. Bejlek yang memiliki permainan kidal akan menghadapi Pliskova, mantan petenis nomor satu dunia sekaligus juara Cincinnati 2016.
Pemenang laga tersebut akan berhadapan dengan Barbora Krejcikova.
Gauff Dapat Ancaman dari Putintseva atau Samsonova
Di kuarter kedua, unggulan keempat Coco Gauff menjadi nama utama. Gauff mendapatkan bye dan berpeluang menghadapi pemenang pertandingan Yulia Putintseva kontra Liudmila Samsonova pada babak kedua.
Keduanya bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Putintseva pernah mencapai babak keempat Australian Open tahun ini, sedangkan Samsonova baru saja memberikan perlawanan ketat kepada Rybakina di Toronto.
Yang membuat Putintseva semakin menarik adalah rekam jejaknya melawan Gauff. Pada Cincinnati 2024, Putintseva pernah menyingkirkan Gauff yang saat itu berstatus unggulan kedua.
Baca Juga: Cincinnati Open Dinobatkan sebagai Turnamen WTA 1000 Terbaik 2025
Jika Gauff berhasil melewati fase awal, ia berpotensi menghadapi Marta Kostyuk di perempat final. Duel tersebut juga memiliki nilai penting dalam persaingan menuju WTA Finals. Gauff dan Kostyuk saat ini bersaing ketat untuk posisi kedelapan dalam Race to the WTA Finals.
Gauff unggul 3-2 dalam rekor pertemuan. Namun, Kostyuk disebut telah berkembang menjadi petenis berbeda dibandingkan ketika terakhir bertemu Gauff pada 2024.
Menariknya, Janice Tjen juga berada di kuarter kedua dan mendapatkan bye sebagai unggulan ke-32.
Baca Juga: Belinda Bencic Mundur karena Cedera, Coco Gauff Melaju ke Semifinal Toronto
Pegula-Anisimova Berpotensi Jadi Duel Sesama Amerika
Kuarter ketiga dipimpin unggulan ketiga Jessica Pegula. Pegula mendapatkan bye bersama Linda Noskova, Amanda Anisimova, Sorana Cirstea, Alexandra Eala, Anna Kalinskaya, Emma Navarro, dan Clara Tauson.
Jika sesuai prediksi, Pegula akan berhadapan dengan Anisimova pada perempat final. Duel tersebut berpotensi menjadi pertarungan sesama petenis Amerika Serikat yang menarik. Apalagi, keduanya sama-sama berstatus finalis Grand Slam.
Namun, Anisimova memiliki catatan buruk saat menghadapi Pegula. Dalam lima pertemuan sebelumnya, Anisimova belum pernah menang. Keduanya bahkan sudah dua kali bertemu sepanjang musim 2026, masing-masing di Australian Open dan Dubai, hanya dalam rentang tiga pekan.
Selain Pegula-Anisimova, kuarter ketiga juga dihuni sejumlah nama seperti Daria Kasatkina, Magda Linette, Katie Boulter, dan Emma Navarro. Pertandingan babak pertama yang menarik lainnya adalah duel sesama petenis Amerika, Caty McNally kontra McCartney Kessler.
Pertemuan tersebut menjadi ulangan laga Cincinnati 2025. Saat itu, Kessler menang dua set langsung.
Baca Juga: Elina Svitolina Menang Lagi, Tantang Iga Swiatek di Semifinal Toronto
Rybakina-Swiatek, Duel Juara dan Juara Bertahan
Potensi duel terbesar mungkin muncul di kuarter keempat. Unggulan kedua Elena Rybakina berada satu jalur dengan unggulan ketujuh sekaligus juara bertahan Cincinnati, Iga Swiatek.
Jika keduanya mampu melaju sesuai prediksi, Rybakina dan Swiatek akan bertemu di perempat final. Rivalitas keduanya sudah berlangsung 12 pertandingan dengan rekor berimbang 6-6.
Namun, Rybakina datang dengan modal dua kemenangan beruntun atas Swiatek. Sebaliknya, Swiatek memiliki kenangan manis di Cincinnati. Tahun lalu, petenis Polandia tersebut menyingkirkan Rybakina di semifinal sebelum melanjutkan perjalanan untuk merebut gelar.
Baca Juga: Iga Swiatek Menggila di Toronto, Hancurkan Diana Shnaider dan Melaju ke Semifinal
Karena itu, duel Rybakina kontra Swiatek berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Cincinnati Open 2026. Kuarter ini juga memiliki nama besar lainnya, termasuk Belinda Bencic, Diana Shnaider, Jelena Ostapenko, Elise Mertens, dan Maria Sakkari.
Bahkan, Venus Williams berada di kuarter yang sama. Petenis veteran Amerika Serikat tersebut akan menghadapi pemain dari babak kualifikasi. Jika menang, Venus berpotensi menghadapi Swiatek di babak kedua.
Empat Potensi Duel Perempat Final
Jika seluruh unggulan mampu melewati lawan masing-masing, Cincinnati Open 2026 berpotensi menghadirkan empat duel besar di perempat final: Aryna Sabalenka vs Naomi Osaka, Coco Gauff vs Marta Kostyuk, Jessica Pegula vs Amanda Anisimova, dan Elena Rybakina vs Iga Swiatek.
Komposisi tersebut membuat Cincinnati Open 2026 layak menjadi salah satu turnamen WTA 1000 paling menarik dalam rangkaian hard-court musim panas.
Apalagi, sejumlah nama datang dengan momentum berbeda. Sabalenka membawa status petenis nomor satu dunia, Gauff sedang menemukan ritme setelah melaju jauh di Toronto, Osaka memiliki kepercayaan diri setelah mengalahkan Sabalenka di Wimbledon, sementara Swiatek datang sebagai juara bertahan.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com