LombokPost – Takhta nomor satu dunia WTA milik Aryna Sabalenka berada dalam ancaman serius di US Open 2026. Petenis Belarusia itu memang berpeluang mencatat sejarah dengan menembus 100 pekan beruntun di puncak ranking, tetapi jalannya tidak lagi sepenuhnya berada di tangannya.
Sabalenka akan memasuki US Open sebagai petenis nomor satu dunia. Jika mampu mempertahankan posisi tersebut hingga turnamen berakhir, ia akan mencatat 99 pekan beruntun di puncak ranking. Namun, ada tiga pemain yang masih berpeluang menggusurnya: Elena Rybakina, Coco Gauff, dan Jessica Pegula.
Persaingan tersebut semakin menarik karena 2.000 poin milik Sabalenka dari gelar US Open tahun lalu akan terlepas dari perhitungan ranking setelah turnamen edisi 2026 selesai.
Baca Juga: Jannik Sinner Absen di US Open 2026, Cedera Lutut Paksa Petenis Nomor 1 Dunia Menepi
Rybakina Punya Jalan Tercepat
Dari tiga penantang, Elena Rybakina memiliki peluang paling besar untuk mengambil alih posisi nomor satu dunia. Bahkan, petenis Kazakhstan itu bisa menjadi nomor satu dunia tanpa memenangi satu pertandingan pun di US Open.
Syaratnya, Sabalenka, Pegula, dan Gauff tidak menjadi juara. Rybakina juga memiliki skenario yang jauh lebih kuat. Jika mampu mencapai semifinal US Open 2026, tidak ada hasil lain yang bisa mencegahnya naik ke posisi teratas ranking WTA.
Peluang tersebut menjadi buah dari performa konsisten Rybakina dalam beberapa musim terakhir. Setelah menutup 2025 dengan gelar di Ningbo dan WTA Finals yang memberinya tambahan 2.000 poin, Rybakina melanjutkan performa apik pada 2026.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Kembali! Sang Juara Bertahan Siap Tempur di US Open 2026
Ia merebut dua gelar, termasuk Australian Open, gelar Grand Slam keduanya. Rybakina kini juga berada di posisi teratas WTA Finals Leaderboard.
Berkali-kali Dekati Sabalenka
Rybakina sebenarnya sudah beberapa kali memiliki peluang menggusur Sabalenka sepanjang musim panas. Namun, langkahnya selalu terhenti.
Ia mencapai final Toronto sebelum dikalahkan Iga Swiatek. Di Cincinnati, Rybakina juga melaju hingga perempat final sebelum kembali dihentikan Swiatek.
Kini, US Open menjadi kesempatan terbesar Rybakina untuk merebut takhta. Dengan kondisi ranking saat ini, semifinal sudah cukup untuk memastikan sejarah baru bagi petenis 27 tahun tersebut.
Sabalenka Harus Juara Lagi
Bagi Sabalenka, situasinya jauh lebih rumit. Petenis Belarusia itu wajib mempertahankan gelar US Open jika ingin tetap berada di posisi nomor satu dunia.
Baca Juga: Novak Djokovic dan Aryna Sabalenka Bersatu, US Open Mixed Doubles Bertabur Bintang
Tidak cukup hanya menjadi juara. Sabalenka juga membutuhkan Rybakina tersingkir sebelum semifinal. Jika seluruh syarat tersebut terpenuhi, Sabalenka akan mengakhiri turnamen dengan 99 pekan beruntun sebagai petenis nomor satu dunia.
Ia juga akan mencapai total 107 pekan berada di puncak ranking WTA. Jika tetap menjadi nomor satu setelah US Open, Sabalenka kemudian akan mencatat 100 pekan beruntun ketika ranking pasca-US Open dirilis.
Artinya, gelar ketiga beruntun di New York bukan hanya soal trofi Grand Slam. Ada sejarah ranking yang ikut dipertaruhkan.
Baca Juga: Naomi Osaka Mundur dari Cincinnati Open, Kelelahan Jadi Alasan Jelang US Open
Gauff dan Pegula Masih Bisa Bikin Sejarah
Dua petenis Amerika Serikat juga belum kehilangan peluang. Coco Gauff datang ke New York dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Cincinnati Open. Itu merupakan gelar pertamanya musim 2026.
Sementara Jessica Pegula juga sedang menjalani musim panas yang solid. Ia menjadi runner-up di Washington, D.C. dan Cincinnati. Namun, jalan keduanya menuju puncak ranking sangat sempit.
Gauff dan Pegula sama-sama wajib menjuarai US Open dan berharap Rybakina tersingkir sebelum semifinal. Jika skenario tersebut terjadi, siapa pun di antara Gauff atau Pegula yang menjadi juara akan mencatat sejarah sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya.
Peta Persaingan Nomor 1 Dunia
Berikut skenario lengkap perebutan ranking nomor satu dunia di US Open 2026:
Elena Rybakina
- Bisa menjadi nomor satu tanpa memenangi pertandingan jika Sabalenka, Pegula, dan Gauff gagal menjuarai US Open.
- Lolos ke semifinal = otomatis menjadi nomor satu dunia, apa pun hasil pertandingan lainnya.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari Cincinnati Open, Cedera Lutut Jadi Penghalang Jelang US Open
Aryna Sabalenka
- Harus menjuarai US Open dan Rybakina harus tersingkir sebelum semifinal.
- Akan mengakhiri turnamen dengan 99 pekan beruntun di peringkat satu.
- Jika tetap nomor satu, Sabalenka akan mencapai 100 pekan beruntun saat ranking setelah US Open dirilis.
Jessica Pegula
- Harus menjuarai US Open.
- Rybakina harus kalah sebelum semifinal.
- Jika berhasil, Pegula akan menjadi nomor satu dunia untuk pertama kalinya.
Coco Gauff
- Harus menjuarai US Open.
- Rybakina harus tersingkir sebelum semifinal.
- Jika terpenuhi, Gauff juga akan menjadi nomor satu dunia untuk pertama kali.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com