18 Kemenangan Beruntun! Carlos Alcaraz Singkirkan Tommy Paul dan Melaju ke Perempat Final US Open

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:58 WIB
Carlos Alcaraz bangkit usai kalah set pertama dan menaklukkan Jaime Faria di US Open 2026. Ia melaju ke babak ketiga. (Instagram ATP Tour)
Carlos Alcaraz menyingkirkan Tommy Paul dan melaju ke perempat final US Open 2026. Kemenangan ini memperpanjang rekor 18 laga Grand Slam. (Instagram ATP Tour)

LombokPost – Carlos Alcaraz semakin meyakinkan dalam comeback-nya di US Open 2026. Petenis Spanyol itu berhasil menyingkirkan Tommy Paul dan melaju ke perempat final setelah menang tiga set langsung 6-4, 6-3, 6-4.

Bermain di Arthur Ashe Stadium, Minggu siang waktu setempat, Carlos Alcaraz tampil solid untuk mengakhiri perlawanan petenis Amerika Serikat tersebut dalam waktu 2 jam 20 menit.

Kemenangan atas Tommy Paul menjadi bukti bahwa Alcaraz mulai kembali ke level terbaiknya setelah absen sekitar empat setengah bulan akibat cedera pergelangan tangan.

Baca Juga: Janice Tjen Tembus Main Draw Singapore Tennis Open 2026, Tantang Para Bintang WTA

Yang lebih mengesankan, Alcaraz hanya kehilangan satu set dalam empat pertandingan pertamanya di US Open 2026.

Tommy Paul tak berkutik

Pertandingan awal sebenarnya berlangsung ketat. Alcaraz dan Paul saling mengimbangi. Bahkan, tidak ada satu pun break point yang tercipta dalam sembilan gim pertama.

Situasi berubah ketika Alcaraz akhirnya mendapatkan break untuk mengamankan set pertama. Setelah itu, petenis nomor tiga dunia tersebut semakin sulit dihentikan.

Baca Juga: Alcaraz Tembus Babak Keempat US Open, Tommy Paul Sudah Menanti

Alcaraz langsung dua kali mematahkan servis Paul pada awal set kedua. Satu break tambahan di awal set ketiga membuat peraih empat gelar Grand Slam itu semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Paul berusaha memberikan perlawanan, tetapi Alcaraz terlalu konsisten. Ia menutup pertandingan dengan 33 winner, hampir dua kali lipat dari Paul yang hanya mencatat 18 winner.

"Saya bermain dengan permainan saya. Saya mencoba bermain dengan gaya saya," kata Alcaraz seusai pertandingan.

Alcaraz mengakui Paul merupakan pemain yang sangat berbahaya. Karena itu, ia memilih bermain agresif dan terus memberikan tekanan, terutama saat melakukan return.

"Saya hanya mencoba untuk siap bertarung dan terus agresif. Saya berusaha tidak membiarkan dia terlalu jauh masuk ke lapangan," ujarnya.

Strategi tersebut berjalan efektif. Tekanan Alcaraz membuat Paul kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya harus mengakui keunggulan sang juara.

Baca Juga: Sabalenka Makin Tak Terbendung di US Open, 16 Kemenangan Beruntun Jadi Bukti

Lengkapi kemenangan di empat Grand Slam

Ada catatan menarik di balik kemenangan Alcaraz vs Tommy Paul. Alcaraz kini unggul 7-2 dalam rekor pertemuan mereka. Lebih istimewa lagi, Alcaraz telah mengalahkan Paul di keempat turnamen Grand Slam. 

Pencapaian tersebut membuat Alcaraz menjadi petenis putra ke-10 pada Era Terbuka yang mampu mengalahkan lawan yang sama di seluruh empat Grand Slam. Bagi Alcaraz, keberhasilan tersebut semakin menegaskan konsistensinya di level tertinggi.

Ia juga memastikan tempat di perempat final US Open untuk tahun kelima secara beruntun sejak 2021.

Baca Juga: Pusing dan Lihat Bintik, Auger-Aliassime Tumbang di US Open di Tangan Khachanov

"Saya tidak menyangka bisa mencapai setidaknya perempat final di sini setiap tahun sejak 2021. Itu menunjukkan betapa spesialnya tempat ini bagi saya," kata Alcaraz.

Comeback makin meyakinkan

Perjalanan Alcaraz di US Open tahun ini menjadi salah satu cerita comeback paling menarik. Ia datang ke New York setelah absen sekitar empat setengah bulan karena cedera pergelangan tangan.

Namun, kondisi tersebut seolah tidak mengganggu performanya. "Saya pikir begitu," jawab Alcaraz sambil tertawa ketika ditanya apakah dirinya sudah kembali ke kekuatan fisik penuh.

Menurutnya, setiap kali tampil di US Open, ia selalu mampu mengeluarkan permainan terbaik. "Setiap kali datang ke sini saya bermain dengan sangat baik," ujarnya.

18 kemenangan Grand Slam beruntun

Kemenangan atas Paul juga memperpanjang catatan impresif Alcaraz. Ia kini telah mengoleksi 18 kemenangan Grand Slam secara beruntun.

Baca Juga: Alexander Zverev Kembali Lolos dari Drama Lima Set, US Open Makin Panas

Catatan tersebut menjadi rekor pribadi terbaiknya. Rangkaian kemenangan itu dimulai dari keberhasilannya menjuarai US Open 2025, kemudian berlanjut dengan gelar Australian Open pada Januari 2026.

Gelar di Melbourne tersebut juga membuat Alcaraz menjadi petenis putra termuda yang berhasil melengkapi Career Grand Slam. Dengan performa tersebut, Alcaraz kini memiliki rekor 26 kemenangan dan hanya tiga kekalahan sepanjang musim 2026.

Langkah Alcaraz berikutnya adalah perempat final US Open 2026. Ia akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan kedelapan Ben Shelton dan Stefanos Tsitsipas. Pertandingan keduanya sedang berlangsung.

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
Tommy paul hasil US open Carlos Alcaraz us open perempat final