Preview Final US Open 2026: Ben Shelton Buru Sejarah, Alexander Zverev Incar Grand Slam Kedua

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 06:18 WIB
Ben Shelton menantang Alexander Zverev di final US Open 2026. Shelton memburu sejarah, Zverev mengincar Grand Slam keduanya tahun ini di AS.
Ben Shelton menantang Alexander Zverev di final US Open 2026. Shelton memburu sejarah, Zverev mengincar Grand Slam keduanya tahun ini di AS.

LombokPost – Final US Open 2026 mempertemukan dua petenis dengan misi besar. Alexander Zverev ingin melanjutkan kebangkitan Grand Slam dengan merebut gelar major keduanya tahun ini. Sementara Ben Shelton memburu sejarah untuk mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat.

Zverev dan Shelton akan berduel di Arthur Ashe Stadium, Minggu (13/9), mulai pukul 14.00 waktu setempat atau Senin (14/9) 01.00 WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama keduanya di ajang Grand Slam.

Bagi Zverev, final US Open 2026 merupakan kesempatan untuk menutup musim Grand Slam yang luar biasa. Petenis Jerman tersebut sebelumnya berhasil merebut gelar Roland Garros pada Juni lalu. Dia kemudian melanjutkannya dengan menembus final Wimbledon.

Baca Juga: Tumbangkan Coco Gauff, Elena Rybakina Tembus Final US Open: Duel Nomor 1 vs Juara Bertahan

Pencapaian tersebut menjadi kebangkitan besar bagi Zverev setelah melalui periode penuh kekecewaan. Awal 2025 menjadi salah satu titik terberat dalam kariernya ketika dia kembali gagal di final Australian Open, sekaligus menjadi kekalahan ketiga dalam final Grand Slam.

Zverev sebelumnya juga pernah tampil di final US Open 2020. Saat itu, dia sempat unggul dua set atas Dominic Thiem sebelum akhirnya kehilangan gelar.

"Saya pikir banyak hal telah terjadi. Saya sudah bermain di banyak final dan pertandingan besar sejak saat itu. Dulu saya masih belum berpengalaman. Sekarang semuanya berbeda," kata Zverev.

Baca Juga: Aryna Sabalenka Tembus Final US Open Keempat Beruntun, Mimpi Three-Peat Makin Nyata

Petenis 29 tahun itu juga menantikan atmosfer berbeda di Arthur Ashe Stadium. Final US Open 2020 digelar dalam situasi pandemi Covid-19 dengan pembatasan penonton.

"Saya yakin atmosfernya akan sangat berbeda pada Minggu. Saya menantikan itu. Akan menjadi perasaan yang luar biasa bermain di final di Arthur Ashe yang penuh penonton," ujarnya.

Shelton Buru Sejarah Amerika

Di kubu berseberangan, Ben Shelton datang dengan kepercayaan diri tinggi. Petenis Amerika Serikat berusia 23 tahun itu akan menjalani final Grand Slam pertamanya.

Perjalanan Shelton menuju final US Open 2026 tidak mudah. Salah satu momen paling dramatis terjadi ketika dia menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz dalam pertandingan perempat final yang baru berakhir pukul 03.33 dini hari.

Kemenangan atas Alcaraz juga menjadi kemenangan pertama Shelton atas petenis Top 3 dunia.

Kini, Shelton hanya berjarak satu kemenangan dari sejarah. Jika mampu mengalahkan Zverev, dia akan menjadi petenis putra Amerika Serikat pertama yang menjuarai Grand Slam sejak Andy Roddick di US Open 2003.

Baca Juga: Gila! Coco Gauff Selamatkan 2 Match Point, Comeback dan Tembus Semifinal US Open

Artinya, Amerika Serikat telah menunggu 23 tahun untuk kembali melihat petenis putranya mengangkat trofi Grand Slam.

"Saya bermain melawan unggulan nomor satu, di final Grand Slam, menghadapi juara Grand Slam yang sedang mengejar gelar pertamanya. Ini momen yang sangat saya nikmati," kata Shelton.

"Saya tahu saya bisa meninggalkan semuanya di lapangan, mendorong diri hingga batas maksimal dan melihat apa yang bisa saya lakukan. Itu sangat menarik," lanjutnya.

Baca Juga: Shelton Menang dalam Drama 4,5 Jam, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar US Open

Shelton juga tercatat sebagai petenis pria keturunan Afrika-Amerika ketiga di Era Terbuka yang mampu mencapai final Grand Slam setelah Arthur Ashe dan MaliVai Washington.

Rekor 5-0 Jadi Ancaman Shelton

Namun, misi Shelton untuk membuat sejarah tidak akan mudah. Zverev memiliki keunggulan mutlak dalam rekor pertemuan.

Dari lima pertemuan sebelumnya, Zverev selalu menang. Petenis Jerman itu juga hanya kehilangan satu set dari total 11 set yang mereka mainkan.

Meski demikian, catatan tersebut belum tentu menjadi penentu di final US Open 2026. Shelton kini tampil sebagai petenis yang lebih matang dan percaya diri setelah melewati perjalanan panjang di New York.

Sebaliknya, Zverev juga datang dengan mental yang berbeda. Setelah akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros tahun ini, dia menunjukkan konsistensi luar biasa di turnamen major.

Zverev bahkan sempat berada di ambang kekalahan pada pertandingan pembuka US Open 2026 dan harus menjalani lima set pada babak kedua. Namun, setelah itu dia tampil sempurna hingga semifinal.

Baca Juga: Sabalenka Bangkit dari Tertinggal, Selangkah Lagi Ukir Hattrick US Open

Dalam semifinal melawan Karen Khachanov, Zverev menunjukkan ketenangan luar biasa. Dia memenangkan dua tiebreak dramatis untuk memastikan tiket ke final dalam tiga set.

Servis menjadi salah satu kekuatan utama Zverev. Selain itu, kemampuan bertahan dan konsistensinya dalam reli panjang membuat lawan sulit mendapatkan poin mudah.

Duel Gaya Berbeda

Final US Open 2026 juga mempertemukan dua gaya permainan yang kontras.

Baca Juga: Singkirkan Naomi Osaka di US Open, Elena Rybakina Selangkah Lagi Jadi Nomor 1 Dunia

Shelton akan mengandalkan servis keras, pukulan eksplosif, serta keberaniannya bermain agresif dari dalam baseline. Kecepatan dan atletismenya membuat dia mampu mengubah posisi bertahan menjadi serangan dalam sekejap.

Namun, Shelton harus menghindari permainan reli panjang. Jika Zverev mendapatkan ritme, konsistensi petenis Jerman itu dalam pertukaran bola dari baseline bisa menjadi masalah besar.

Zverev pun memiliki strategi yang jelas. Dia diperkirakan akan berusaha menetralisasi servis Shelton dan memaksanya bermain dalam reli panjang.

Dengan pengalaman lima final Grand Slam sebelumnya, Zverev jelas lebih unggul dari sisi pengalaman. Dia juga memiliki catatan luar biasa di turnamen major sepanjang 2026, yakni 24 kemenangan dan hanya dua kekalahan.

Namun, final tetaplah final. Rekor 5-0 Zverev atas Shelton akan diuji dalam panggung terbesar.

Bagi Zverev, kemenangan berarti gelar Grand Slam kedua dalam satu musim sekaligus menegaskan kebangkitannya di level major. Sementara bagi Shelton, satu kemenangan akan mengubah namanya menjadi bagian dari sejarah tenis Amerika Serikat.

Baca Juga: Tertinggal 0-5, Zheng Qinwen Comeback dan Singkirkan Swiatek di US Open

Arthur Ashe Stadium pun siap menjadi saksi: apakah Zverev kembali mengangkat trofi Grand Slam, atau Shelton menciptakan kejutan besar sekaligus mengakhiri penantian 23 tahun Amerika?

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
US Open 2026 final US Open 2026 alexander zverev grand slam Ben Shelton