Preview Final Tokyo 2026: Shnaider vs Fernandez, Rekor Pertemuan Jadi Modal Penting

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 09:03 WIB
Diana Shnaider dan Leylah Fernandez lolos ke final Tokyo. Shnaider unggul rekor pertemuan, tetapi Fernandez sedang on fire di tur Asia 2026.
Diana Shnaider dan Leylah Fernandez lolos ke final Tokyo. Shnaider unggul rekor pertemuan, tetapi Fernandez sedang on fire di tur Asia 2026.

LombokPost – Final Toray Pan Pacific Open 2026 akan mempertemukan Diana Shnaider dan Leylah Fernandez, Minggu (1/11) pukul 11.00 Wita. Kedua petenis memastikan tiket partai puncak setelah melewati semifinal yang tidak mudah. 

Shnaider menang atas petenis muda Mia Pohankova, sedangkan Fernandez menyingkirkan Kamilla Rakhimova. Menariknya, final Tokyo ini mempertemukan dua pemain dengan modal berbeda: Shnaider unggul rekor pertemuan, sementara Fernandez sedang dalam tren positif di tur Asia.

Shnaider, yang berstatus unggulan ketiga, mengalahkan wild card berusia 18 tahun, Pohankova, dengan skor 6-4, 7-6 (7). Pertandingan berlangsung selama satu jam 46 menit.

Baca Juga: Elina Svitolina Lolos ke WTA Finals Indian Wells, Satu Tiket Terakhir Masih Diperebutkan

Meski menang dua set langsung, Shnaider sempat berada dalam tekanan. Pada tie-break set kedua, Pohankova unggul 6-5 dan hanya berjarak satu poin untuk memaksakan set penentuan. Namun, Shnaider mampu bangkit dengan merebut empat dari lima poin terakhir sekaligus memastikan tempat di final.

Pencapaian ini menjadi final pertamanya sepanjang musim 2026. “Tidak pernah mudah bermain di tahap seperti ini, ketika tinggal satu langkah lagi menuju final. Dia jelas memiliki bakat istimewa di usia 18 tahun. Masa depannya masih sangat panjang. Namun, saya sangat senang bisa mencapai final pertama musim ini dan pencapaian ini terasa istimewa karena diraih di sini,” kata Shnaider dalam wawancara di lapangan dilansir dari wtatennis.com.

Sementara itu, Fernandez melangkah ke final Tokyo setelah mengalahkan lucky loser Kamilla Rakhimova dengan skor 7-5, 6-3 dalam waktu satu jam 54 menit.

Baca Juga: Turnamen WTA Ningbo: Peluang Akhir Menuju WTA Finals dan Aksi Pembuktian Rybakina

Petenis Kanada tersebut harus bekerja keras karena sempat tertinggal pada awal kedua set. Pada set kedua, Fernandez bahkan tertinggal 0-2 sebelum bangkit dan memenangi enam dari tujuh gim terakhir.

Kemenangan itu memperpanjang catatan positif Fernandez menjadi 14 kemenangan dan tiga kekalahan selama tur Asia. Ia juga telah memenangi 16 dari 20 pertandingan terakhirnya di level WTA Tour.

Salah satu dari tiga kekalahan tersebut terjadi ketika menghadapi Rakhimova dalam pertandingan tiga set di Beijing. Karena itu, kemenangan di semifinal Tokyo terasa penting bagi Fernandez.

Baca Juga: Iga Swiatek Capai 150 Kemenangan WTA 1000, Perkuat Posisi Menuju WTA Finals

“Dia mengalahkan saya tiga pekan lalu. Saat itu dia bermain luar biasa, dan sekarang pun tetap menunjukkan permainan yang hebat. Jadi, saya senang bisa menjaga ketenangan, setidaknya untuk sebagian besar pertandingan, dan tentu saja memanfaatkan energi dari penonton untuk membantu saya,” ujar Fernandez.

Final Tokyo akan menjadi partai puncak ketiga Fernandez sepanjang 2026. Menariknya, seluruh final tersebut diraihnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Statistik Shnaider dan Fernandez Jadi Sorotan

Kedua finalis juga menunjukkan statistik permainan yang solid sepanjang semifinal.

Fernandez mencatatkan 41 winner dengan hanya 20 unforced error. Ia juga menghasilkan sembilan ace dan tampil efektif ketika maju ke depan net, dengan memenangi 14 dari 20 poin dalam situasi tersebut.

Baca Juga: Jessica Pegula dan Coco Gauff Lolos ke WTA Finals Indian Wells 2026, AS Kirim Banyak Wakil

Di sisi lain, Shnaider mengandalkan servis yang konsisten. Ia memasukkan 72 persen servis pertama dan memenangi 80 persen poin dari servis tersebut.

Shnaider juga berhasil mencatatkan dua kali break atas Pohankova. Break kedua menjadi bagian penting dari rangkaian empat gim beruntun yang membantunya merebut set pertama.

Shnaider Unggul Rekor Pertemuan 3-2

Menjelang final Toray Pan Pacific Open, Shnaider memiliki modal berupa keunggulan dalam rekor pertemuan. Ia memimpin 3-2 atas Fernandez dan memenangi tiga pertemuan terakhir mereka.

Baca Juga: Rybakina Pimpin Daftar Bintang Toray Pan Pacific Open 2026 di Tokyo, Persaingan WTA Finals Memanas

Dua kemenangan tersebut diraih tahun ini di Adelaide dan Charleston. Menariknya, ketiga kemenangan Shnaider atas Fernandez didapat melalui dua set langsung.

Dalam pertemuan terakhir di Charleston, Shnaider bahkan menutup set terakhir dengan skor telak 6-0. Fernandez terakhir kali berhasil merebut satu set dari Shnaider saat keduanya bertemu di Wuhan pada 2024.

Meski demikian, Shnaider menyadari final kali ini tidak akan berjalan mudah. Fernandez yang juga kidal dinilai memiliki karakter permainan yang bisa menghadirkan tantangan tersendiri.

“Ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Dia juga pemain kidal, jadi pertandingan ini tentu tidak akan mudah. Saya hanya akan berusaha melakukan yang terbaik dan berjuang untuk setiap poin,” kata Shnaider.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com
diana shnaider tokyo open final Tokyo Open 2026 preview Final Tokyo open Leylah Fernandez