
LombokPost - Jessica Pegula kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu petenis terbaik dunia. Petenis Amerika Serikat yang kini menempati peringkat empat dunia itu bersiap tampil di WTA Finals untuk kelima kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian yang lahir dari konsistensi dan ketangguhan mental.
Pegula mengaku tak pernah membayangkan bisa tampil di turnamen penutup musim selama lima tahun berturut-turut. “To be honest, I'm pretty shocked that it's my fifth year,” kata Pegula kepada wtatennis.com di Wuhan.
Baginya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa seorang petenis bisa terus berkembang, baik secara mental, fisik, maupun permainan.
Baca Juga: Iga Swiatek Capai 150 Kemenangan WTA 1000, Perkuat Posisi Menuju WTA Finals
Perjalanan Pegula menuju jajaran elite tenis dunia tidak berlangsung instan. Dia baru menembus 100 besar dunia pada 2019, saat berusia 25 tahun. Pada musim yang sama, Pegula juga meraih gelar pertamanya, menjadi awal dari peningkatan karier yang semakin konsisten.
Tiga tahun kemudian, Pegula berhasil mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni nomor tiga dunia. Pada 2022, dia juga menjalani debut di WTA Finals. Kini, empat tahun setelah penampilan pertamanya, Pegula kembali menjadi bagian dari delapan petenis tunggal terbaik yang berhak tampil di turnamen bergengsi tersebut.
Konsistensi Jadi Kekuatan Utama
Pegula mengakui konsistensi bukanlah keunggulan yang selalu dimilikinya. Pada awal karier profesional, dia justru kerap kesulitan mempertahankan performa dari satu turnamen ke turnamen berikutnya.
Baca Juga: Jessica Pegula dan Coco Gauff Lolos ke WTA Finals Indian Wells 2026, AS Kirim Banyak Wakil
Catatan statistik menunjukkan perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Pada periode 2011–2017 di level ITF/World Tennis, persentase kemenangannya dalam musim dengan minimal 10 pertandingan berada di angka 51,95 persen. Sejak 2020 di WTA Tour, rata-rata persentase kemenangannya meningkat hingga mendekati 70 persen.
Sejak tampil di WTA Finals untuk pertama kalinya pada 2022, Pegula selalu memenangi setidaknya satu gelar setiap musim. Dalam empat musim terakhir, dia bahkan beberapa kali mengoleksi lebih dari satu gelar.
Musim 2026 menjadi salah satu periode terbaiknya. Pegula mencatatkan 50 kemenangan dan 14 kekalahan, dengan persentase kemenangan 78,1 persen. Angka tersebut menjadi persentase kemenangan terbaiknya dalam satu musim sepanjang karier.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




