Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Sampai Krisis Air di Giili Trawangan, Meno, dan Air Buyarkan Promosi Pariwisata NTB

nur cahaya • Minggu, 13 Oktober 2024 | 07:29 WIB
Satukan barisan untuk kawal penanganan krisis air di Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air. Gili Matra sebagai mercusuar pariwisata NTB.
Satukan barisan untuk kawal penanganan krisis air di Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air. Gili Matra sebagai mercusuar pariwisata NTB.
LombokPost---Penggiat pariwisata yang ada di ada Lombok Utara dan Kota Mataram mendorong pemerintah daerah mengatensi kasus air bersih yang ada di tiga gili di Kabupaten Lombok yaitu Tawangan, Meno, dan Air.
 
Dikhawatirkan jika persoalan ini berlarut-larut akan berdampak pada upaya promosi pariwisata NTB ke depannya.
 
"Dengan adanya pengalaman air mati beberapa bulan lalu di tiga gili dampaknya sudah pasti dengan menutup properti. Air ini kebutuhan sangat vital," kata Sekretaris PHRI KLU Vicky Hanoi.
 
Sebagai pelanggan PDAM, dia meminta solusi agar air bersih terdistribusikan ke pelanggan di tiga gili.
 
Mengingat jumlah tamu, karyawan, penduduk di tiga gili KLU sangat tinggi.
 
"Dampak meluas yang ditakutkan, saat operasional usaha tidak bisa karena tidak ada air bersih maka karyawan tidak punya pekerjaan dampanya kriminalitas akan meningkat," ujarnya.
 
Baca Juga: Pemda KLU-Pemprov NTB Belum Ada Solusi Konkret, Penyediaan Air Bersih di Gili Tramena
 
Meluasnya dampak krisis air di Trawangan, Meno, Air sudah terdengar luas di kalangan wisatawan mancanegara.
 
Bahkan General Manager Ayom Suite Mataram Dayu Apriawati sempat harus memberikan pemahaman kepada wisatawan dari Belanda yang ingin bermalam.
 
"Tamu Belanda sempat mau booking, dan saat dikatakan Lombok langsung dikatakan berarti tidak ada air bersih. Otomatis kami harus memberikan pengertian agar menarik minat wisatawan datang,'' ujarnya.
 
Sementara itu, Ketua IHGMA NTB Lalu Kusnawan mengatakan, saat ini air bersih masih mengalir di Gili Trawangan namun debitnya sangat kecil. Sedangkan di Gili Meno sudah tidak mengalir sejak beberapa bulan lalu.
 
Mengenai izin PKKPRL TCN yang dicabut, menurutnya harus dicarikan solusinya.
 
Jangan sampai air bersih benar-benar mati total di kawasan tiga gili tersebut.
 
Efeknya, dikhawatirkan dana promosi yang digelontorkan untuk mendorong pariwisata NTB sia-sia.
 
"Ketika Gili Trawangan, Meno, Air masih menjadi mercusuar pariwisata NTB, mari kita jaga ini karena isu sekecil apapun yang terjadi di sana akan berdampak pada pariwisata internasional yang ada di Indonesia," ujarnya.
 
Baca Juga: Percepatan Digitalisasi di NTB Dihadang Persoalan Susah Sinyal Beberapa Titik
 
Ia pun meminta pemerintah serius menyikapi krisis air saat ini.
 
Pengusaha pariwisata tentunya ingin semuanya berkelanjutan di masa mendatang.
 
"Saya memohon upaya pemerintah khususnya upaya daerah untuk lebih konsentrasi mengatasi krisis air di Trawangan, Meno, Air," tuturnya. (nur)
Editor : Kimda Farida
#air bersih #krisis air #NTB #Lombok #Pariwisata