LombokPost – Kabupaten Lombok Utara memiliki banyak destinasi wisata air terjun dengan segala keunikannya masing-masing.
Sejumlah air terjun ini cukup terkenal di kalangan wisatawan, baik lokal, domestik, maupun mancanegara.
Beberapa air terjun yang banyak dikunjungi sudah tidak asing bagi wisatawan yang berwisata ke Kabupaten Lombok Utara di antaranya, Air Terjun Kerta Gangga dan Air Terjun Tiu Pituq di Desa Genggelang, Gangga, Air Terjun Sindang Gila dan Air Terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, hingga Air Terjun Mangku Sakti di Desa Sambik Elen, Bayan.
Selain air terjun tersebut, ada beberapa air terjun yang juga memiliki keunikan namun masih jarang diketahui bahkan dikunjungi wisatawan alias menjadi hidden gem di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Kecamatan Bayan.
Kecamatan Bayan ini berada di ujung Timur Kabupaten Lombok Utara dengan desa terakhirnya bernama Sambik Elen yang berbatasan dengan Desa Sajang, Kabupaten Lombok Timur. Berikut air terjun hidden gem yang ada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.
Air Terjun Batara Lenjang
Air Terjun ini berada di hulu atas dari dua air terjun di bawahnya,yakni Air Terjun Sendang Gila dan Air Terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Air terjun ini juga berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Air Terjun Batara Lenjang tidak setinggi dua saudaranya tersebut, Namun hal menarik dari air terjun ini adalah butiran airnya yang jernih dan belum banyak di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk mencapai air terjun tersebut, perlu mesti melintasi trayek pendakian ke Gunung Rinjani Jalur Senaru . Perjalanan dari pos penjagaan awal hingga pintu rimba ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit.
Dari pintu rimba itu, ada jalan setapak menuju Batara Lenjang, namun sebaiknya menyewa penunjuk jalan (guide) yang disediakan di pintu masuk jika inin ke air terjun tersebut.
Air Terjun Candi Batu
Terletak di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, Air Terjun Candi Batu memiliki daya tarik tersendiri berupa bebatuan yang mirip dengan candi. Menuju air terjun ini, memerlukan kehati-hatian yang lebih lantaran kondisi medannya yan cukup menantang.
Bagi yang membawa kendaraan, terdapat lokasi parkir yang disediakan tidak jauh, hanya sekitar 200 meter dari lokasi air terjun. Perjalanan menuju air terjun dari parkiran tersebut hanya sekitar 10 menit.
Dari parkiran motor hingga sampai di lokasi air terjunnya, harus menuruni sebuah tebing dan menyusuri sungai yang airnya cukup deras. Tapi tidak perlu khawatir, ada bantuan tangga kayu untuk menuruni bebatuan yang cukup besar yang agak susah dituruni.
Bentuk dari air terjun ini terbilang lumayan unik, karena dialiri satu aliran sungai utama yang dipisahkan menjadi dua oleh batu, sehingga membuat dua air terjun kembar yang memiliki ketinggian kurang lebih 10 meter.
Air Terjun Kalianjah
Air Terjun Kalianjah berasal dari dua kata, yakni ‘Kali’ yang berarti sungai dan ‘Anjah’ yang berarti tangga . Hal tersebut dikarenakan, dulu diyakini tempat ini merupakan daerah penghubung antara dua lokasi yang berbeda, dan untuk bisa mengaksesnya harus menggunakan ‘anjah’ dikarenakan rutenya harus menuruni tebing.
Untuk menuju air terjun ini, dapat diakses melalui Dusun Lenggem Sari, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan.
Aliran air dari Air Terjun Kalianjah berasal dari aliran Sungai Kokoq Puteq yang merupakan batas alami Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Airnya sendiri mengandung belerang sehingga memiliki warna khas yakni warna putih.
Berada di antara tebing, membuat air terjun ini cukup istimewa dengan suasana yang menenangkan. Suara deru air yang jatuh dipadukan dengan nyanyian alam beserta perkebunan warga menjadikan air terjun ini sangat cocok untuk menghilangkan penat.
Air Terjun Singang Pitu Ne
Air terjun ini berada di Dusun Teres Genit Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Untuk menuju air terjun ini sangat disarankan menggunakan jasa guide warga lokal karena lokasi nya berada di sekitar kawasan hutan adat Desa Bayan.
Untuk melalui hutan adat ini kamu perlu mengetahui beberapa aturan di kawasan desa adat ini yaitu salah satunya dilarang memetik atau mematahkan daun/ranting/apapun yang ada di kawasan hutan adat ini.
Hidden gem terakhir di Kecamatan Bayan adalah Air Terjun Penimbungan Torean di Desa Torean. Lokasinya yang jauh dari keramaian wisata mainstream, air terjun ini menawarkan panorama alam luar biasa sangat alami, seolah-olah seperti sebuah dunia lain di pelukan Gunung Rinjani.
Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter yang berada di lereng utara Gunung Rinjani. Air Terjun Penimbungan terletak di jalur pendakian ke Gunung Rinjani lewat Dusun Torean dengan elevasi rata rata 1.200 meter di atas permukaan air laut (mdpl).
Menuju Air Terjun Penimbungan menjadi perjalanan yang luar biasa. Jalur pendakian Torean dikenal sebagai salah satu jalur alternatif pendakian Rinjani yang menawarkan pemandangan lebih hijau dan alami.
Dari Desa Torean, pengunjung harus menempuh perjalanan trekking sejauh kurang lebih 3 hingga 4 jam, melewati jalan setapak yang kadang terjal, menurun curam, dan berliku mengikuti kontur lembah.
Namun semua lelah itu terbayarkan oleh pemandangan yang tersaji di sepanjang perjalanan. Jika ingin mengunjungi air terjun ini sebaiknya mengunakan jasa guide atau penunjuk jalan untuk keamanan dan keselamatan selama perjalanan.
Lima air terjun hidden gem di Kecamatan Bayan di atas dapat dimasukkan dalam daftar tempat liburan anda di Kabupten Lombok Utara. Dari lima air terjun tersebut tersebut, manakah yang menarik dan ingin anda kunjungi? (Geumie)
Editor : Rury Anjas Andita