LombokPost - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, namun di balik itu, tersimpan kekayaan budaya dan keunikan geografis yang tak kalah menarik.
Dua di antaranya adalah Desa Sade di Pulau Lombok dan Pulau Bungin di Pulau Sumbawa. Keduanya menjadi desa wisata yang patut dikunjungi saat ke Provinsi NTB.
Keduanya menawarkan pesona yang sangat berbeda dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peneliti.
Wajah Unik Pertama Provinsi NTB yaitu Desa Sade, Jantung Tradisi Sasak yang Tak Lekang Waktu
Mengunjungi Desa Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, bagaikan melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.
Perkampungan adat suku Sasak ini berhasil mempertahankan keaslian tradisi dan adat istiadat leluhur di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Keunikan desa ini terpancar dari arsitektur rumah tradisionalnya yang kokoh beratap alang-alang dan berdinding anyaman bambu.
Sebuah tradisi unik yang masih dijaga adalah melumuri lantai rumah dengan campuran tanah liat, abu sekam, dan getah pohon secara berkala, yang dipercaya memperkuat lantai dan mengusir serangga.
Masyarakat Sade hidup dalam tatanan sosial yang kuat berdasarkan sistem kekerabatan tradisional.
Upacara adat yang sakral, termasuk tradisi pernikahan Merarik yang melibatkan prosesi penculikan pengantin wanita dengan kesepakatan keluarga, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Keahlian menenun kain Sasak dengan motif-motif khas yang kaya akan makna filosofis juga menjadi ciri khas Desa Sade.
Kain tenun ini bukan hanya sekadar kerajinan, tetapi juga identitas budaya dan sumber penghidupan bagi para wanita di desa ini.
Warga Desa Sade menjaga kelestarian budaya adalah prioritas utama masyarakatnya.
Baca Juga: Masuk Kelender Event Pariwisata NTB 2025, Puluhan Atlet Paralayang Dunia Bakal Hadir di Sky Lancing
Leluhur mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda agar mereka terus bangga dan melestarikan identitas desa tersebut.
Desa Sade membuktikan tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling menghilangkan.
Desa Sade adalah salah satu Desa Adat Suku Sasak, yang merupakan suku asli di Pulau Lombok.
Di sini, pengunjung dapat melihat rumah-rumah tradisional dengan atap berbentuk unik, tersusun dari ilalang yang harus diganti setiap 8 tahun sekali.
Lantai dari tanah, yang secara berkala dilulur dengan kotoran kerbau atau sapi agar tidak retak-retak dan berdebu.
Selain itu, menarik untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Desa ini terkenal dengan kerajinan tenun ikatnya dan teknik pembuatan kain tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.
Wajah Unik Kedua Provinsi NTB Pulau Bungin, Keajaiban Pulau Terpadat dengan Tradisi Reklamasi Unik
Berpindah ke Pulau Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Alas, terdapat sebuah fenomena geografis dan sosial yang menakjubkan.
Pulau Bungin dengan pulau kecil seluas sekitar 8,5 hektar ini dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di dunia, dengan rumah-rumah penduduk berdiri sangat rapat tanpa menyisakan ruang terbuka hijau yang signifikan.
Keunikan Pulau Bungin berakar pada tradisi unik masyarakatnya, yang didominasi oleh suku Bajo.
Secara turun-temurun, ketika seorang pria muda akan menikah, ia dan keluarganya harus menimbun laut di sekitar pulau dengan batu karang dan tanah untuk menciptakan lahan baru sebagai tempat tinggal.
Tradisi reklamasi berkelanjutan inilah yang menyebabkan pulau ini terus meluas dan menjadi semakin padat dari waktu ke waktu.
Keterbatasan lahan memaksa masyarakat Bungin untuk beradaptasi dengan cara hidup yang unik.
Rumah-rumah dibangun berdempetan, dan interaksi sosial terjalin erat dalam ruang yang terbatas. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada hasil laut sebagai nelayan.
Sebuah pemandangan tak biasa di Pulau Bungin adalah kambing-kambing yang memakan kertas bekas dan sisa kain.
Fenomena ini merupakan bentuk adaptasi hewan terhadap minimnya vegetasi alami di pulau yang padat tersebut.
Meskipun kondisi lingkungannya unik dan padat, masyarakat Bungin memiliki struktur sosial yang kuat dan tradisi gotong royong yang tinggi.
Kehidupan di pulau ini menjadi contoh bagaimana manusia dapat beradaptasi dan membangun komunitas di tengah keterbatasan sumber daya alam.
Desa wisata Pulau Bungin terletak di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. Desa wisata Pulau Bungin memiliki daya tarik wisata alam bahari dengan penduduk terdapadat di dunia. Pulau Bungin sangat menarik bagi wisatawan untuk melakukan aktiftas sekitar pulau Bungin.
Dua keunikan yang ada ini tentunya memperkaya identitas Provinsi NTB.
Desa Sade di Pulau Lombok dan Pulau Bungin di Sumbawa adalah dua contoh nyata dari kekayaan budaya dan keunikan geografis yang dimiliki Provinsi NTB.
Desa Sade mempesona dengan kelestarian tradisi suku Sasak yang otentik.
Sementara Pulau Bungin menghadirkan keajaiban adaptasi manusia terhadap keterbatasan lahan melalui tradisi reklamasi yang unik.
Keduanya, dengan cara masing-masing, menjadi permata yang memperkaya identitas dan daya tarik Nusa Tenggara Barat di mata dunia.
Mengunjungi kedua tempat ini akan memberikan pengalaman yang mendalam tentang keragaman budaya dan kearifan lokal yang patut untuk dilestarikan. (nur)
Editor : Siti Aeny Maryam