LombokPost - Hotel tanpa atap, tanpa dinding, bahkan tanpa toilet di dalam kamar? Null Stern Hotel di Swiss justru menawarkan semua “ketiadaan” ini dengan harga fantastis: Rp4,7 juta hingga Rp5 juta per malam!
Hotel unik di Swiss ini viral kembali karena konsep barunya yang makin ekstrem: tamu diajak merenung, bukan hanya rebahan.
Null Stern, yang berarti “tanpa bintang”, memang dikenal sebagai hotel tanpa fasilitas. Tidak ada atap, dinding, TV, atau air mengalir.
Para tamu hanya mendapat satu tempat tidur yang diletakkan langsung di alam bebas, tepat di antara pegunungan Alpen Swiss. Bahkan untuk ke toilet, tamu harus berjalan kaki 10 menit menuju restoran terdekat.
Meski demikian, hotel tanpa atap ini bukan main-main. Layanan kamar tetap tersedia, diantar langsung oleh petani lokal berpenampilan ala butler: dasi kupu-kupu, sarung tangan putih, dan sepatu boots.
Mereka akan menghidangkan sarapan dari produk lokal, langsung ke tempat tidur yang berada di bawah langit terbuka.
Uniknya, sapi-sapi Swiss kadang ikut lewat di depan kamar tamu. Bukan gangguan, justru jadi bagian dari “hiburan alami” yang ditawarkan hotel ini.
Null Stern Hotel menyita perhatian setelah membuka “suite anti-idilik” yang berada di dekat pom bensin di kota Saillon.
Bukan panorama gunung, tamu justru disuguhi kebisingan jalan dan aroma bensin. Tujuannya bukan kenyamanan, melainkan mengajak refleksi sosial tentang isu global, mulai dari perubahan iklim, perang, hingga krisis dunia.
Mereka menyebut proyek ini “Zero Real Estate”. Karena tamu tidak membeli ruang, tapi membeli pengalaman dan kesadaran.
Dengan harga mulai dari 250 CHF (sekitar Rp4,2 juta) hingga 325 CHF (Rp5,5 juta), hotel tanpa atap ini tetap diburu.
Antrean mencapai 6.500 lebih orang, karena pengalaman ekstrem seperti ini hanya tersedia selama musim panas atau saat cuaca cerah saja.
Hotel unik di Swiss ini semakin membuktikan bahwa kemewahan tidak selalu soal fasilitas.
Terkadang, tidur di bawah bintang dengan sapi yang lewat bisa jadi pengalaman yang paling tak terlupakan.
Jadi, kalau berani, mau coba menginap di hotel tanpa atap seharga Rp5 juta per malam ini? (***)
Editor : Alfian Yusni